Minggu, 17 Mei 2026
Beranda / Ekonomi / Ekspor Kerajinan Naik 15,46 Persen, Kemenperin Dorong Standardisasi dan Akses Pasar

Ekspor Kerajinan Naik 15,46 Persen, Kemenperin Dorong Standardisasi dan Akses Pasar

Sabtu, 02 Mei 2026 11:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Indri

Kepala BBSPJIKB Zya Labiba menambahkan, dalam satu dekade terakhir pihaknya telah melatih sekitar 11.939 sumber daya manusia industri di berbagai daerah di Indonesia melalui berbagai program pelatihan dan pendampingan. [Foto: dok. Kemenperin]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Pemerintah terus memperkuat pengembangan industri kerajinan nasional seiring meningkatnya kinerja ekspor sektor tersebut dalam beberapa tahun terakhir.

Kementerian Perindustrian mencatat, nilai ekspor produk kerajinan Indonesia pada 2025 mencapai 806,63 juta dollar AS atau tumbuh 15,46 persen dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 698,62 juta dollar AS. Kenaikan ini menunjukkan permintaan pasar global terhadap produk kerajinan dalam negeri semakin meningkat.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, pemerintah berkomitmen meningkatkan daya saing industri kerajinan melalui berbagai program pembinaan yang berkelanjutan.

“Penguatan industri kerajinan berbasis kearifan lokal merupakan langkah strategis untuk mengoptimalkan pemanfaatan bahan baku dalam negeri sekaligus memberdayakan sumber daya manusia industri di daerah,” ujar Agus dalam keterangan resmi yang diterima pada Sabtu (2/5/2026).

Ia menambahkan, upaya tersebut diarahkan untuk menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara lebih merata, khususnya di daerah sentra kerajinan.

Sementara itu, Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Emmy Suryandari menjelaskan, pemerintah terus memperluas layanan pembinaan melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT), termasuk Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik (BBSPJIKB) di Yogyakarta.

Menurut Emmy, layanan yang diberikan tidak hanya berupa pelatihan teknis produksi, tetapi juga mencakup sertifikasi produk, kompetensi sumber daya manusia, sistem manajemen mutu, sertifikasi halal, hingga industri hijau. 

“Kami telah menerapkan konsep one stop service untuk sektor kerajinan dan batik,” ujarnya.

Kepala BBSPJIKB Zya Labiba menambahkan, dalam satu dekade terakhir pihaknya telah melatih sekitar 11.939 sumber daya manusia industri di berbagai daerah di Indonesia melalui berbagai program pelatihan dan pendampingan.

Ke depan, pemerintah akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, BUMN, dan sektor swasta guna memperluas jangkauan pembinaan. Langkah ini diharapkan mampu mendorong industri kerajinan nasional tumbuh secara inklusif dan berdaya saing di pasar global. [in]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI