Kamis, 13 Agustus 2026
Beranda / Ekonomi / Hari UMKM Nasional, Reza Ferdian Dorong UMKM Aceh Perkuat Jejaring dan Perluas Pasar

Hari UMKM Nasional, Reza Ferdian Dorong UMKM Aceh Perkuat Jejaring dan Perluas Pasar

Rabu, 12 Agustus 2026 17:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Aceh, Reza Ferdian, S.STP., M.Si. [Foto: Diskop UKM Aceh]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Hari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Nasional diperingati setiap 12 Agustus. Peringatan ini menjadi momentum untuk mengapresiasi peran UMKM sekaligus mendorong penguatan sektor usaha yang menjadi salah satu penggerak perekonomian Indonesia.

Tanggal 12 Agustus dipilih karena bertepatan dengan hari lahir Mohammad Hatta, salah satu tokoh bangsa yang dikenal memiliki gagasan kuat mengenai ekonomi kerakyatan. Mohammad Hatta lahir pada 12 Agustus 1902.

Dalam perekonomian nasional, UMKM memiliki peran strategis, mulai dari menciptakan lapangan kerja, menjadi sumber pendapatan masyarakat, hingga menggerakkan aktivitas ekonomi di berbagai daerah.

Peringatan Hari UMKM Nasional juga menjadi pengingat pentingnya dukungan terhadap keberlangsungan dan pengembangan UMKM. Dukungan tersebut dapat dilakukan melalui pembelian produk lokal, perluasan akses pemasaran, penguatan jejaring usaha, hingga percepatan digitalisasi.

Hari UMKM Nasional bermula dari deklarasi yang digagas Kementerian Koperasi dan UKM bersama pelaku UMKM dari berbagai daerah. Deklarasi tersebut menekankan pentingnya pemberdayaan UMKM dalam menopang perekonomian nasional sekaligus memberikan pengakuan atas kontribusi sektor tersebut bagi Indonesia.

Sejak saat itu, 12 Agustus diperingati setiap tahun sebagai Hari UMKM Nasional. Namun, tanggal tersebut belum ditetapkan sebagai hari libur nasional.

UMKM Jadi Tulang Punggung Ekonomi Aceh

Di Aceh, penguatan UMKM juga menjadi perhatian pemerintah daerah.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Aceh, Reza Ferdian, S.STP., M.Si., mengatakan UMKM merupakan salah satu tulang punggung perekonomian daerah sehingga membutuhkan dukungan yang lebih luas, khususnya dalam memperluas akses pasar dan membangun jejaring bisnis.

Menurut Reza, pengembangan UMKM tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, koperasi, serta berbagai pihak lainnya.

Ia juga menilai koperasi dan UMKM memiliki keterkaitan erat dalam menggerakkan perekonomian masyarakat.

UMKM, kata dia, dapat berperan dalam mengolah dan menghasilkan produk, sementara koperasi dapat membantu membuka akses pasar sekaligus memperkuat jaringan pemasaran.

Karena itu, kolaborasi, sinergi, dan inovasi dinilai perlu terus diperkuat dalam pengembangan koperasi dan UMKM.

Buka Akses Pasar UMKM Aceh

Salah satu bentuk dukungan Pemerintah Aceh diwujudkan melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) Aceh dengan menggelar Aceh Product Launch Collaboration Day 2026 pada 1-2 Agustus 2026 di Hotel Grand Inna Medan, Sumatera Utara.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi Pemerintah Aceh untuk memperluas akses pasar produk unggulan UMKM melalui kegiatan business matching di Kota Medan.

Aceh Product Launch Collaboration Day 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi produk unggulan daerah, tetapi juga difokuskan untuk menghasilkan kerja sama bisnis yang memberikan dampak ekonomi langsung bagi pelaku UMKM,” ujar Reza.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut menargetkan pertemuan antara pelaku UMKM dengan calon mitra usaha yang memiliki kapasitas untuk membuka akses pasar lebih luas.

“Kami berharap dari pertemuan tersebut lahir nota kesepahaman, kontrak dagang, maupun kemitraan jangka panjang yang mampu meningkatkan penjualan dan memperkuat posisi UMKM Aceh di pasar nasional,” katanya.

Menurut Reza, melalui business matching, pelaku UMKM tidak hanya menawarkan produk kepada calon mitra. Mereka juga dapat berdiskusi secara langsung mengenai kebutuhan pasar, sistem distribusi, kapasitas produksi, hingga peluang investasi.

Langkah tersebut diharapkan membuka peluang kerja sama yang lebih konkret sekaligus memperluas jaringan pemasaran dan meningkatkan daya saing produk UMKM Aceh di pasar nasional.

Momentum Hari UMKM Nasional 2026 pun menjadi pengingat bahwa keberlanjutan UMKM tidak hanya bergantung pada kemampuan pelaku usaha menghasilkan produk.

Dukungan ekosistem usaha yang mampu membuka akses pasar, memperkuat jejaring, mendorong inovasi, dan menciptakan kolaborasi juga menjadi faktor penting agar UMKM dapat berkembang dan naik kelas.

Dengan dukungan pemerintah, koperasi, dunia usaha, serta masyarakat, UMKM diharapkan semakin mampu memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI