Senin, 18 Mei 2026
Beranda / Ekonomi / Industri Manufaktur Tumbuh 5,04% di Awal 2026, Jadi Penopang Utama Ekonomi

Industri Manufaktur Tumbuh 5,04% di Awal 2026, Jadi Penopang Utama Ekonomi

Kamis, 07 Mei 2026 11:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Indri

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, pertumbuhan industri manufaktur menunjukkan ketahanan sektor tersebut masih terjaga di tengah dinamika ekonomi global. [Foto: dok. Kemenperin]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Industri manufaktur masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026. Sektor industri pengolahan tumbuh 5,04% secara tahunan (year on year/yoy) dan menjadi penyumbang terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,61%.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat kontribusi sektor industri pengolahan terhadap produk domestik bruto (PDB) mencapai 19,07%. Capaian tersebut menjadikan manufaktur sebagai sektor dengan kontribusi terbesar dibanding sektor ekonomi lainnya.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, pertumbuhan industri manufaktur menunjukkan ketahanan sektor tersebut masih terjaga di tengah dinamika ekonomi global.

“Kinerja industri manufaktur tetap solid karena adanya permintaan yang meningkat, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Ini menegaskan bahwa manufaktur masih menjadi tulang punggung perekonomian nasional,” ujar Agus, Kamis (7/6/2026).

Menurutnya, pertumbuhan manufaktur sejalan dengan Indeks Kepercayaan Industri (IKI) yang konsisten berada di level ekspansi sepanjang triwulan I 2026. IKI Januari tercatat sebesar 54,12, Februari 54,02, dan Maret 51,86. Seluruh angka tersebut berada di atas level 50 yang menandakan fase ekspansi industri.

Selain itu, Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat Indeks Kondisi dan Prospek Bisnis Industri Manufaktur (IKBM) berada di level 51,37 pada triwulan I 2026. Agus menyebut angka tersebut mencerminkan optimisme pelaku usaha terhadap kondisi bisnis dan prospek industri ke depan.

Adapun subsektor yang menopang pertumbuhan manufaktur antara lain industri makanan dan minuman yang tumbuh 7,04%, industri barang logam, komputer, elektronik, optik, dan peralatan listrik sebesar 10,35%, serta industri kimia, farmasi, dan obat tradisional sebesar 7,41%. Pemerintah, kata Agus, akan terus menjaga momentum pertumbuhan industri melalui pemberian stimulus, insentif, serta perlindungan terhadap pasar domestik dan tenaga kerja industri. [in]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI