Senin, 18 Mei 2026
Beranda / Ekonomi / Industri Susu Tancap Gas, Ultrajaya Investasi Rp1,14 T demi Program MBG

Industri Susu Tancap Gas, Ultrajaya Investasi Rp1,14 T demi Program MBG

Senin, 26 Januari 2026 21:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Indri

Kemenperin menegaskan industri pengolahan susu nasional mulai tancap gas untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satunya PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk yang menggelontorkan investasi baru senilai Rp 1,14 triliun. [Foto: dok. Kemenperin]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan industri pengolahan susu nasional mulai tancap gas untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu langkah konkret ditunjukkan PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk yang menggelontorkan investasi baru senilai Rp 1,14 triliun guna memperkuat pasokan susu UHT.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, investasi tersebut menjadi sinyal kuat kesiapan industri dalam menopang program prioritas pemerintah. Menurutnya, industri pengolahan susu memiliki peran strategis dalam menjamin ketersediaan pangan bergizi secara berkelanjutan.

“Industri pengolahan susu harus mampu menjawab kebutuhan program MBG, baik dari sisi kapasitas produksi, kualitas produk, maupun kesinambungan pasokan bahan baku,” kata Agus dalam keterangan resmi yang diterima pada Senin (26/1/2026).

Investasi Ultrajaya direalisasikan melalui pengoperasian pabrik baru di Kawasan Industri MM 2100, Cibitung, Kabupaten Bekasi. Pabrik yang mulai beroperasi sejak 8 Desember 2025 itu memiliki tiga lini produksi susu UHT dengan kemasan 125 ml dan 200 ml yang disiapkan khusus untuk mendukung kebutuhan MBG, dengan rencana penambahan lini produksi pada Maret 2026.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika menyebut, pabrik tersebut juga telah menerapkan teknologi industri 4.0 untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing. 

“Penerapan teknologi industri 4.0 terbukti mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi energi, serta menjaga kualitas produk,” ujarnya.

Tak hanya di hilir, penguatan juga dilakukan di sisi hulu. Saat ini, Ultrajaya mengelola dua peternakan sapi perah di Bandung dan Sumatera Utara dengan total sekitar 7.000 ekor sapi, serta berencana menambah investasi untuk 4.000 ekor sapi perah guna memperkuat pasokan susu segar dalam negeri bagi program MBG. [in]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI