DIALEKSIS.COM | Makassar - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong penguatan industri dalam negeri melalui program strategis Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN).
Salah satu wujud nyata komitmen ini terlihat dari keberhasilan produk Rumpon Cerdas buatan PT Mattasi Lompoa Nusantara yang meraih Sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dengan nilai 58,75 persen.
“Nilai TKDN ini bukan hanya sekadar angka, tapi bukti bahwa produk anak bangsa mampu bersaing dan layak diprioritaskan dalam program pengadaan pemerintah,” ujar Shinta Virdhian, Kepala Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim (BBSPJIHPMM) Makassar.
Rumpon Cerdas merupakan alat bantu tangkap ikan yang dilengkapi dengan panel surya, GPS, dan fish finder, serta menggunakan tali mandar buatan industri kecil di Sulawesi Barat. Inovasi ini bertujuan membantu nelayan dalam meningkatkan efisiensi pencarian ikan sekaligus mengurangi konsumsi bahan bakar.
“Produk ini sangat strategis. Tidak hanya efisien secara teknologi, tetapi juga berdampak langsung ke ekonomi lokal,” jelas Shinta. “Kami verifikasi secara independen sesuai standar teknis ketat, dan hasilnya menunjukkan bahwa komponen lokalnya cukup tinggi.”
Dukungan Penuh Pemerintah
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, P3DN adalah salah satu instrumen penting pemerintah dalam memperkuat industri nasional.
“Melalui program ini, kami ingin memberikan ruang lebih luas bagi produk lokal agar bisa bersaing, tidak hanya di pasar dalam negeri tetapi juga di kancah global,” kata Agus, Jumat (29/8/2025).
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, pelaku industri, akademisi, dan masyarakat untuk menciptakan inovasi yang adaptif terhadap kebutuhan nasional.
Kepala BSKJI, Andi Rizaldi, menambahkan bahwa TKDN Rumpon Cerdas tak hanya mencerminkan kualitas produk, tetapi juga memperlihatkan sinergi antara industri besar dan UMKM lokal.
“Inovasi ini menggandeng pelaku usaha kecil dari Sulawesi Barat, yang turut menyuplai komponen utama. Ini bukti bahwa inovasi daerah bisa masuk dalam ekosistem industri nasional yang kuat,” kata Andi. [red]