Senin, 18 Mei 2026
Beranda / Ekonomi / Kemenperin Gandeng LPEI Dorong IKM Rendang Payakumbuh Tembus Pasar Ekspor

Kemenperin Gandeng LPEI Dorong IKM Rendang Payakumbuh Tembus Pasar Ekspor

Senin, 18 Mei 2026 16:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Indri

Ilustrasi rendang. [Foto: Indonesia Kaya]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat daya saing industri kecil dan menengah (IKM) agar mampu menembus pasar global. 

Melalui kerja sama dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), pemerintah mendorong pengembangan sentra IKM berbasis potensi daerah lewat program pembinaan terintegrasi mulai dari penguatan kapasitas usaha hingga akses pasar ekspor.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, pembinaan berbasis sentra IKM sejalan dengan konsep One Village One Product (OVOP) yang berfokus pada pengembangan produk unggulan daerah berbasis kearifan lokal. Menurut dia, pendekatan tersebut dapat meningkatkan daya saing produk sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat daerah.

“Pendekatan OVOP diarahkan untuk mengangkat potensi unggulan daerah agar mampu menghasilkan produk yang berdaya saing, diterima pasar nasional maupun global, sekaligus memberikan dampak positif terhadap penguatan ekonomi daerah,” kata Agus, Senin (18/5/2026).

Agus menjelaskan, program pembinaan OVOP telah dijalankan Kemenperin melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) sejak 2013. Hingga kini, penghargaan OVOP telah digelar sebanyak lima kali, yakni pada 2013, 2015, 2018, 2022, dan 2024. Program tersebut dinilai menjadi salah satu instrumen strategis pemerintah untuk memperkuat ekosistem IKM nasional berbasis sentra.

Pada 2026, Kemenperin menggandeng LPEI melalui sinergi Program OVOP Go Global dan Program Desa Devisa. Kolaborasi itu difokuskan pada pengembangan Sentra IKM Rendang di Payakumbuh, Sumatera Barat yang dinilai memiliki potensi besar untuk menembus pasar ekspor.

“Pemilihan Sentra IKM Rendang Kota Payakumbuh didasarkan pada kesiapan sumber daya manusia, kualitas produk, kelembagaan sentra, serta potensi pengembangan pasar ekspor yang sangat menjanjikan,” ujarnya.

Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita menambahkan, selain penguatan kapasitas manajemen usaha dan peningkatan daya saing produk, LPEI juga akan memberikan pendampingan akses pasar ekspor melalui Program Desa Devisa. Ditjen IKMA turut memfasilitasi implementasi teknologi industri 4.0 guna meningkatkan kapasitas dan kualitas produk agar memenuhi standar ekspor global.

Sementara itu, pelaku usaha Haris Budiman mengaku Program OVOP membawa dampak positif terhadap pengembangan usahanya sejak pertama kali mengikuti program tersebut pada 2013. Saat ini, usaha Rendang Riry memiliki kapasitas produksi mencapai 200 kilogram per hari dengan dukungan 12 tenaga kerja. 

Adapun pemilik IKM Rendang Gadih, Dedy Syandera Putera, menyebut program OVOP membantu peningkatan kualitas produk hingga perluasan jejaring buyer. Produk Rendang Gadih kini bahkan telah menembus pasar ekspor ke Australia, Taiwan, dan Jerman. [in]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI