DIALEKSIS.COM | Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyebut industri pangan masih menjadi salah satu sektor utama penopang pertumbuhan manufaktur nasional. Selain berkontribusi besar terhadap perekonomian, sektor ini dinilai mampu mendorong hilirisasi bahan baku lokal sekaligus membuka peluang usaha dan lapangan kerja di berbagai daerah.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) pangan membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, jumlah IKM pangan mencapai 2,07 juta unit usaha atau sekitar 46,63% dari total IKM nasional.
"Pembinaan IKM pangan menjadi tugas bersama karena jumlahnya mencapai 2,07 juta unit usaha atau 46,63 persen dari total unit usaha IKM nasional yang tersebar di seluruh Indonesia," kata Agus, Minggu (31/5/2026).
Agus mengungkapkan, pada triwulan I 2026 sektor industri makanan dan minuman menyumbang 38,35% terhadap produk domestik bruto (PDB) industri pengolahan. Sementara nilai ekspor industri pangan pada Februari 2026 tercatat mencapai USD 4,47 miliar atau berkontribusi 24,07% terhadap total ekspor industri pengolahan.
"Kinerja tersebut menunjukkan bahwa industri pangan merupakan salah satu sektor yang paling resilien dan memiliki prospek yang sangat baik untuk terus berkembang," ujarnya.
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin Reni Yanita mengatakan salah satu contoh keberhasilan pembinaan IKM pangan terlihat pada PT Bogor Sari Nutrisi (BSN), produsen Yess Yoghurt asal Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Menurutnya, perusahaan tersebut mampu berkembang melalui inovasi produk dan regenerasi usaha yang berkelanjutan.
"PT Bogor Sari Nutrisi merupakan contoh baik untuk IKM pangan agar dapat semakin berkembang secara berkelanjutan melalui inovasi produk dan kemampuan beradaptasi terhadap kebutuhan pasar," kata Reni.
Ia menambahkan, perubahan perilaku konsumen yang kini semakin memperhatikan aspek kesehatan, keamanan pangan, dan kandungan gizi menjadi peluang bagi pelaku IKM untuk terus meningkatkan kualitas produknya.
Kemenperin menyatakan akan terus memperkuat pembinaan IKM pangan melalui berbagai program, mulai dari pendampingan sertifikasi keamanan pangan dan HACCP, fasilitasi akses pasar domestik maupun ekspor, pemasaran digital, restrukturisasi mesin produksi, hingga akselerasi inovasi melalui program Indonesia Food Innovation (IFI) dan transformasi Industri 4.0.
Pemerintah berharap keberhasilan PT BSN dapat menjadi inspirasi bagi IKM pangan lain untuk meningkatkan daya saing produk lokal di pasar nasional maupun global. [in]