DIALEKSIS.COM | Jakarta - Kementerian Perindustrian memastikan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) serta alas kaki nasional siap memenuhi lonjakan permintaan selama Ramadan hingga Idul Fitri 1447 H.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan konsumsi masyarakat terhadap produk tekstil dan alas kaki selalu meningkat setiap Ramadan dan menjelang Lebaran. Menurutnya, kapasitas produksi industri nasional saat ini berada dalam kondisi optimal.
“Berdasarkan koordinasi dengan pelaku usaha dan asosiasi industri, kapasitas produksi nasional siap memenuhi kebutuhan pasar domestik selama Ramadan dan Idul Fitri,” ujar Agus, Selasa (10/3/2026).
Industri TPT sendiri merupakan sektor manufaktur padat karya yang memiliki kontribusi penting terhadap perekonomian nasional. Pada 2025, industri ini mencatat pertumbuhan PDB sebesar 3,55% dengan kontribusi 0,97% terhadap PDB nasional.
Direktur Industri Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki Kemenperin, Rizky Aditya Wijaya, menyebut sektor ini juga terus menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Hingga Agustus 2025, jumlah pekerja di industri TPT mencapai sekitar 3,96 juta orang, meningkat dari 3,76 juta pada Februari 2025.
Menurutnya, produksi beberapa produk mulai meningkat sejak awal 2026, terutama busana muslim, sarung, pakaian anak, sepatu kasual, hingga sandal yang banyak diburu masyarakat menjelang Lebaran.
Kemenperin juga memperketat pengawasan terhadap praktik impor pakaian bekas ilegal atau thrifting yang dinilai merugikan industri dalam negeri. Pemerintah berharap masyarakat lebih memprioritaskan penggunaan produk tekstil dan alas kaki buatan dalam negeri. [in]