Senin, 18 Mei 2026
Beranda / Ekonomi / Layanan BSI di Aceh Pulih 100 Persen

Layanan BSI di Aceh Pulih 100 Persen

Selasa, 30 Desember 2025 09:50 WIB

Font: Ukuran: - +

Kuala Simpang, 30 Desember 2025 — Seluruh kantor layanan PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Tbk di Aceh telah kembali beroperasi normal. Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, meninjau langsung salah satu kantor BSI di Kuala Simpang. Pada kesempatan tersebut, Anggoro juga mengunjungi Pesantren Darul Mukhlisin dan menyerahkan bantuan renovasi senilai Rp100 juta kepada Ketua Yayasan Pesantren Darul Mukhlisin, Ibnu Zakwan. Foto: Humas BSI Aceh


DIALEKSIS.COM | Aceh - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) memastikan seluruh layanan perbankan di wilayah Aceh yang terdampak bencana telah pulih sepenuhnya. Hingga Selasa (30/12/2025), 100 persen kantor cabang BSI di Regional Office (RO) Aceh kembali beroperasi normal dan melayani transaksi masyarakat.

Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menyatakan pemulihan total ini menjadi wujud komitmen perseroan untuk bergerak cepat menjaga stabilitas ekonomi masyarakat pascabencana, khususnya di daerah yang sebelumnya terdampak cukup parah.

“Alhamdulillah, sebelum akhir tahun seluruh kantor cabang BSI yang mencapai 145 unit telah beroperasi 100 persen. Beroperasinya kembali KCP Kejuruan Muda pada 23 Desember lalu menandai seluruh cabang di Area Lhokseumawe kini aktif penuh. Artinya, seluruh kabupaten/kota terdampak bencana di Aceh telah tercover layanan BSI,” ujar Anggoro.

Berdasarkan data operasional per 30 Desember 2025, jaringan kantor BSI di Aceh meliputi Area Banda Aceh sebanyak 50 cabang, Area Lhokseumawe 59 cabang, dan Area Meulaboh 36 cabang”seluruhnya beroperasi normal.

Dari sisi layanan transaksi, tingkat ketersediaan (availability) ATM di Aceh mencapai 84 persen dengan 766 unit mesin berfungsi. Sementara itu, di Region Medan tercatat 100 persen cabang telah beroperasi dengan availability ATM mencapai 95 persen.

Selain pemulihan kantor cabang, BSI juga mengoptimalkan kanal layanan alternatif. Sebanyak 18.890 BSI Agen atau 98,15 persen dari total agen di Aceh telah aktif melayani masyarakat hingga ke pelosok. Sebaran agen terbesar berada di Area Lhokseumawe dengan 9.635 agen.

Untuk memperkuat layanan di titik krusial, BSI mengerahkan empat unit Mobil Kas Keliling (MKK) yang ditempatkan di KC Kuala Simpang. Perseroan juga mempercepat relokasi ATM/CRM sementara tahap II.

“Tercatat 15 unit ATM relokasi telah aktif melayani nasabah, sementara delapan unit lainnya masih dalam proses pemasangan. Fokus relokasi diarahkan ke Aceh Tamiang, Langsa, dan Kuala Simpang untuk memudahkan akses uang tunai masyarakat,” tambah Anggoro.

Dari sisi sistem, BSI melakukan deployment perangkat teknologi informasi secara masif. Hingga 28 Desember malam, sebanyak 88 unit PC baru telah berfungsi normal di 13 outlet, menggantikan perangkat yang rusak akibat bencana hidrometeorologi.

BSI juga membentuk Tim Task Force melalui detasering pegawai dari Region Medan, Jakarta 1, dan Jakarta 2 untuk memperkuat operasional di wilayah Langsa dan Aceh Tamiang, guna memastikan layanan tetap prima di tengah lonjakan kebutuhan transaksi pascabencana.

Untuk memastikan efektivitas penanganan, Direktur Utama BSI melakukan peninjauan langsung ke seluruh cabang terdampak sepanjang rute Aceh Tamiang hingga Takengon. COO Danantara turut meninjau posko bantuan BSI Program BUMN Peduli di Kuala Simpang sebagai bentuk dukungan moril bagi pegawai dan masyarakat terdampak.

Selain pemulihan layanan, BSI bersama Danantara melalui Program BUMN Peduli terus menyalurkan bantuan kemanusiaan yang dipusatkan di Aceh Tamiang (KC Kuala Simpang) serta lokasi pendukung di Gampong Meudang Ara, Dusun Metro Jaya, dan Landu.

Selama periode 28 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026, bantuan yang disalurkan meliputi dua dapur umum dengan kapasitas 6.000 porsi per hari, posko kesehatan untuk 1.000 pasien, layanan psikososial, zona anak, penyediaan air bersih, serta dukungan pembangunan sekitar 90 unit hunian sementara (huntara).

“Total bantuan BSI Tanggap Bencana yang telah disalurkan ke Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat mencapai 125,8 ton. Kami berharap pemulihan layanan 100 persen ini, bersinergi dengan bantuan kemanusiaan yang terus mengalir, dapat mempercepat kebangkitan saudara-saudara kita di Aceh,” ungkap Anggoro.

Perkuat Peran Pesantren

Dalam rangka penguatan sosial-keagamaan, BSI juga menyalurkan bantuan untuk Pesantren Darul Mukhlisin berupa Al-Qur’an, perlengkapan salat, serta bantuan renovasi pesantren senilai Rp100 juta.

Komitmen ini menjadi bagian dari konsistensi BSI mendukung masyarakat Aceh agar dapat kembali menjalankan ibadah dengan nyaman serta menghidupkan aktivitas pendidikan pesantren pascabencana.

“Pesantren memiliki peran besar dalam mencetak generasi muda berkarakter mulia. Karena itu, BSI berupaya hadir memberikan dukungan kemanusiaan dan sosial sebagai sahabat finansial, sosial, dan spiritual masyarakat,” tutup Anggoro.


Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI