DIALEKSIS.COM | Lhokseumawe - Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal), Prof. Dr. Ir. Herman Fithra, S.T., M.T., IPM., ASEAN.Eng, menyampaikan apresiasi kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, atas kepercayaan yang diberikan kepada Universitas Malikussaleh sebagai lead institution dalam pelaksanaan sosialisasi pengembangan Blok Andaman kepada mahasiswa dan masyarakat melalui jaringan kampus di Aceh.
Menurut Herman Fithra, amanah tersebut merupakan bentuk kepercayaan pemerintah kepada perguruan tinggi untuk mengambil peran strategis dalam menjembatani informasi yang benar, ilmiah, dan objektif terkait pengembangan sektor energi nasional.
"Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, yang telah menunjuk Universitas Malikussaleh sebagai lead pelaksanaan sosialisasi Blok Andaman bagi mahasiswa dan masyarakat melalui kampus-kampus yang ada di Aceh. Insya Allah, amanah ini akan kami jalankan dengan penuh tanggung jawab demi menghadirkan manfaat bagi masyarakat serta menjaga momentum menuju Indonesia Emas 2045," ujar Herman Fithra kepada Dialeksis.com, Senin (29/6/2026).
Ia menegaskan, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan ruang diskusi yang berbasis ilmu pengetahuan sehingga masyarakat memperoleh pemahaman yang utuh mengenai potensi maupun tantangan pengelolaan sumber daya alam.
Menurutnya, sosialisasi bukan sekadar menyampaikan informasi mengenai proyek strategis nasional, tetapi juga menjadi sarana membangun literasi publik agar masyarakat mampu melihat peluang ekonomi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga pentingnya menjaga keberlanjutan lingkungan.
"Universitas harus menjadi jembatan antara pemerintah, dunia industri, akademisi, dan masyarakat. Setiap kebijakan strategis perlu dipahami secara komprehensif agar tidak menimbulkan kesalahpahaman, melainkan melahirkan partisipasi publik yang konstruktif dan bertanggung jawab," katanya.
Herman berharap keterlibatan kampus-kampus di Aceh dapat melahirkan berbagai gagasan, kajian ilmiah, serta rekomendasi yang mampu memperkuat tata kelola pengembangan Blok Andaman agar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi daerah dan masyarakat Aceh.
Ia juga menekankan bahwa pengembangan sektor energi harus berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia lokal. Menurutnya, momentum ini perlu dimanfaatkan untuk mempersiapkan generasi muda Aceh agar mampu menjadi pelaku utama dalam industri energi nasional, bukan hanya menjadi penonton di daerah sendiri.
"Harapan kami, pengembangan Blok Andaman tidak hanya berorientasi pada investasi dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi peningkatan kualitas pendidikan, riset, inovasi, penciptaan lapangan kerja, serta pemberdayaan putra-putri Aceh. Dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat, saya optimistis potensi besar yang dimiliki Aceh dapat dikelola secara berkelanjutan untuk kemakmuran bersama," tutup Herman Fithra. [arn]
