DIALEKSIS.COM | Jakarta - Pasar modal Indonesia menutup tahun 2025 dengan kinerja yang solid di tengah dinamika ekonomi global dan domestik. Perdagangan di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi ditutup pada Selasa (30/12/2025).
Dalam pernyataan resmi yang diterima pada Jumat (2/1/2025), Direktur Utama BEI Iman Rachman menyampaikan bahwa sepanjang 2025 pasar modal Indonesia mampu menjaga stabilitas dan mencatatkan capaian positif meski berada di bawah tekanan global. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 22,10 persen secara year to date (ytd) ke level 8.644,26 pada 29 Desember 2025.
Rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) sepanjang 2025 tercatat sebesar Rp18,06 triliun, dengan volume transaksi harian mencapai 30,27 miliar lembar saham dan frekuensi transaksi 1,78 juta kali per hari. Aktivitas perdagangan juga mencatatkan 24 kali rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high), termasuk kapitalisasi pasar yang menembus Rp16.000 triliun.
Memasuki 2026, BEI menargetkan penambahan dua juta investor baru, RNTH sebesar Rp15 triliun per hari, serta pencatatan 555 efek baru. BEI optimistis target tersebut dapat dicapai dengan dukungan OJK dan seluruh pemangku kepentingan pasar modal. [in]