DIALEKSIS.COM | Redelong - UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Redelong, Kabupaten Bener Meriah, terus meningkatkan kompetensi masyarakat melalui pelatihan berbasis kebutuhan dunia kerja. Salah satunya melalui pelatihan barista yang digelar selama 23 hari.
Pelatihan tidak hanya mengajarkan peserta meracik kopi, tetapi juga membekali mereka dengan kemampuan pelayanan dan hospitality. Peserta dilatih berinteraksi langsung dengan konsumen agar siap bekerja di industri kopi maupun membuka usaha sendiri.
Berbagai jenis minuman kopi diajarkan dalam pelatihan tersebut. Selain kopi tradisional seperti sanger, peserta juga mempelajari pembuatan sejumlah menu kekinian, di antaranya Mount Blanc dan Dirty Latte.
Untuk memberikan pengalaman praktik, UPTD BLK Redelong menghadirkan calon konsumen secara langsung ke dalam kelas. Mereka berasal dari berbagai unsur, seperti BPJS Ketenagakerjaan, Kantor Transmigrasi dan Tenaga Kerja, tenaga kesehatan Puskesmas, kepala sekolah, hingga pelaku usaha kopi, termasuk Semecoffee.
Metode tersebut membuat peserta terbiasa menghadapi konsumen secara langsung. Mereka tidak hanya dituntut menguasai teknik pembuatan minuman, tetapi juga kemampuan komunikasi dan memberikan pelayanan yang baik.
Pihak UPTD BLK Redelong berharap pelatihan ini melahirkan tenaga kerja yang terampil, kreatif, dan mampu mengikuti perkembangan industri kopi. Peserta juga diharapkan memiliki bekal untuk bekerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri.
"Pelatihan ini tidak hanya membuat peserta bisa meracik kopi, tetapi juga bagaimana mereka memberikan pelayanan yang baik kepada konsumen. Karena itu, kami memberikan ruang kepada para penikmat kopi dan masyarakat, khususnya di wilayah Kabupaten Bener Meriah, untuk menjadi bagian dari proses pembelajaran," ujar pihak UPTD BLK Redelong. [j]