Sabtu, 20 Juni 2026
Beranda / Ekonomi / Sabang Disiapkan Jadi Gerbang Maritim Dunia

Sabang Disiapkan Jadi Gerbang Maritim Dunia

Jum`at, 19 Juni 2026 13:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Arn

Kepala BPKS, Dr. Tgk. Iskandar Zulkarnaen, Ph.D, dalam agenda Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI ke Aceh, Rabu (18/6/2026). Foto: dok BPKS 


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) menegaskan arah baru pengembangan Kawasan Sabang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi berbasis kemaritiman, pariwisata internasional, dan investasi strategis.

Hal itu disampaikan Kepala BPKS, Dr. Tgk. Iskandar Zulkarnaen, Ph.D, dalam agenda Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI ke Aceh, Rabu (18/6/2026).

Pertemuan tersebut turut dihadiri perwakilan Pemerintah Aceh melalui Asisten II, Wali Kota Sabang Zulkifli H. Adam selaku Anggota Dewan Kawasan Sabang, serta rombongan Komisi VI DPR RI yang dipimpin Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Prof. Dr. Drs. H.A.M. Nurdin Halid.

Dalam kesempatan itu, BPKS memaparkan arah besar transformasi Sabang. Pengembangan Sabang ke depan tidak lagi hanya bertumpu pada pembangunan infrastruktur dasar, tetapi diarahkan menjadi kawasan ekonomi yang kompetitif, terkoneksi global, dan memiliki daya saing di sektor maritim serta pariwisata.

Dr. Tgk. Iskandar Zulkarnaen mengatakan, Sabang memiliki posisi geografis yang sangat strategis karena berada di pintu masuk jalur pelayaran internasional, dekat dengan Samudra Hindia dan Selat Malaka. Posisi tersebut, menurutnya, harus dikelola dengan visi besar agar Sabang tidak hanya menjadi kawasan transit, tetapi juga pusat aktivitas ekonomi baru.

“Sabang memiliki modal besar. Letaknya strategis, potensi lautnya kuat, alamnya indah, dan sejarah kawasan bebasnya sudah lama dikenal. Tantangan kita hari ini adalah bagaimana seluruh potensi itu dikonsolidasikan menjadi kekuatan ekonomi yang memberi manfaat nyata bagi Aceh dan Indonesia,” ujar Iskandar.

Ia menjelaskan, BPKS mendorong Sabang berkembang sebagai SEA Maritime Hub, Fishing Ground Center, dan Natural Tourism Sanctuary. Tiga arah pengembangan tersebut menjadi fondasi utama untuk memperkuat posisi Sabang sebagai gerbang maritim Indonesia di kawasan barat.

Menurut Iskandar, konsep SEA Maritime Hub menempatkan Sabang sebagai simpul kegiatan pelabuhan, logistik, jasa maritim, dan konektivitas perdagangan internasional. Sementara konsep Fishing Ground Center diarahkan untuk memperkuat sektor perikanan, baik dari sisi produksi, pengolahan, rantai pasok, maupun nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.

Adapun Natural Tourism Sanctuary, kata dia, menjadi arah pengembangan pariwisata Sabang yang tetap bertumpu pada kekayaan alam, keaslian lingkungan, budaya lokal, serta prinsip keberlanjutan.

“BPKS ingin memastikan pembangunan Sabang tidak berjalan parsial. Pelabuhan, industri maritim, perikanan, pariwisata, dan investasi harus bergerak dalam satu desain besar. Dengan begitu, Sabang tidak hanya cantik secara alam, tetapi juga kuat secara ekonomi,” katanya.

Iskandar menegaskan, penguatan pelabuhan menjadi salah satu kunci utama transformasi Sabang. Pelabuhan yang memadai akan membuka ruang lebih besar bagi konektivitas barang, jasa, wisatawan, dan investasi. Karena itu, dukungan pemerintah pusat, Pemerintah Aceh, Pemerintah Kota Sabang, dan DPR RI dinilai sangat penting.

Ia juga menyebut, investasi menjadi agenda penting dalam mempercepat pertumbuhan Kawasan Sabang. Namun, investasi yang didorong BPKS harus sejalan dengan kepentingan daerah, membuka lapangan kerja, melibatkan pelaku usaha lokal, serta menjaga keberlanjutan lingkungan.

“Investasi yang masuk ke Sabang harus memberi nilai tambah. Kita ingin investasi yang sehat, produktif, dan berdampak langsung bagi masyarakat. Sabang harus tumbuh, tetapi tetap menjaga karakter alam dan sosialnya,” ujar Iskandar.

Dalam forum tersebut, BPKS juga menekankan pentingnya sinkronisasi regulasi dan dukungan kebijakan agar Kawasan Sabang mampu bergerak lebih cepat. Menurut Iskandar, status strategis Sabang perlu ditopang dengan kelembagaan yang kuat, perencanaan yang terarah, serta dukungan lintas sektor.

Ia berharap kunjungan Komisi VI DPR RI dapat memperkuat perhatian nasional terhadap Sabang sebagai kawasan strategis di ujung barat Indonesia. Apalagi, Sabang memiliki peluang besar menjadi pintu masuk ekonomi Indonesia di jalur perdagangan internasional.

“Kita berharap Sabang mendapat dukungan lebih kuat, baik dari sisi kebijakan, anggaran, maupun investasi. BPKS siap bekerja kolaboratif agar Sabang benar-benar menjadi hub maritim dan pariwisata internasional,” katanya.

Iskandar menambahkan, transformasi Sabang bukan hanya agenda BPKS, tetapi agenda bersama Aceh dan Indonesia. Jika dikelola secara serius, Sabang dapat menjadi pusat pertumbuhan baru yang menghubungkan potensi lokal dengan jaringan ekonomi global.

“Sabang harus dilihat sebagai aset strategis bangsa. Dari Sabang, Indonesia bisa memperkuat posisi maritimnya di Samudra Hindia dan Selat Malaka. Inilah momentum untuk membawa Sabang naik kelas,” pungkasnya.

Keyword:


Editor :
Alfi Nora

riset-JSI
dishes