DIALEKSIS.COM | Jakarta - Peran perempuan dalam ekonomi syariah kian menguat seiring langkah sejumlah bank syariah yang memperluas literasi, inklusi, dan pembiayaan bagi perempuan, khususnya pelaku usaha mikro dan kecil. Dorongan ini sejalan dengan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menunjukkan indeks literasi keuangan syariah Indonesia masih berada di level 39,11 persen dan indeks inklusi keuangan syariah 12,88 persen berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2024.
Bank Indonesia juga menegaskan bahwa perempuan Indonesia memiliki kontribusi nyata dalam menggerakkan ekonomi dan keuangan syariah yang inklusif, serta berpotensi menjadi aktor penting dalam penguatan ekosistem tersebut, sebagaimana disampaikan dalam forum “Srikandi Ekonomi Syariah Bersinergi Mendukung Pemulihan Ekonomi”.
Di sektor perbankan, sejumlah bank syariah nasional aktif menggarap segmen perempuan. Bank Syariah Indonesia (BSI), misalnya, terus mendorong literasi dan inklusi keuangan syariah bagi perempuan dan para ibu. Melalui berbagai program pemberdayaan, termasuk kolaborasi dengan BSI Maslahat, BSI menghadirkan Program Ibu Tangguh yang menyasar penguatan ekonomi keluarga sekaligus meningkatkan pemahaman keuangan syariah.
Langkah serupa dilakukan BCA Syariah melalui program WEpreneur yang secara khusus mendampingi perempuan pelaku UMKM. Program ini berfokus pada peningkatan kapasitas usaha, kepemimpinan, serta akses pembiayaan bagi perempuan agar mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.
Sementara itu, Bank Muamalat Indonesia memperluas inklusi keuangan syariah melalui kerja sama dengan organisasi perempuan PP Salimah. Sinergi ini diarahkan untuk meningkatkan ketahanan finansial anggota melalui akses produk dan layanan perbankan berbasis syariah.
Di tingkat daerah, Bank Aceh Syariah juga menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan ekonomi syariah berbasis perempuan di Aceh. Bank ini secara aktif mendorong pemberdayaan perempuan melalui pembiayaan UMKM, edukasi keuangan syariah, serta dukungan terhadap pelaku usaha perempuan lokal. Upaya ini dinilai penting mengingat perempuan Aceh memiliki peran strategis dalam ekonomi keluarga dan komunitas, terutama di sektor usaha mikro dan industri rumahan.
Penguatan peran perempuan di sektor perbankan syariah dinilai strategis karena perempuan sering menjadi pengelola utama keuangan keluarga sekaligus motor penggerak usaha kecil di tingkat komunitas. Dengan kombinasi literasi, akses pembiayaan, dan produk yang sesuai kebutuhan, bank syariah diperkirakan dapat memperluas basis nasabah sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi syariah yang lebih inklusif.