Kamis, 30 Juli 2026
Beranda / Feature / Ketika Polisi Jadi Mafia Narkoba

Ketika Polisi Jadi Mafia Narkoba

Rabu, 29 Juli 2026 10:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Bahtiar Gayo

DIALEKSIS.COM | Feature - Uniformnya resmi mendapat mandat di negeri ini untuk memberantas narkoba. Namun masih banyak oknumnya yang nakal, bermain dibalik seragam, justru menjadi mafia.

Bahkan tragisnya dia ditempatkan disatuan khusus memberantas narkoba. Justru mereka menjadi mafia. Bukan lagi berita asing, kalau polisi menangkap polisi karena narkoba. Bahkan ada jenderal dan jaringanya yang terlibat dalam pusaran. 

Sulit membersihkan narkoba dari bumi pertiwi. Namun, di satuan uniform cokelat muda ini, masih banyak penegak hukum yang baik. Masyarakat masih menaruh harapan padanya. Buktinya, mereka menggulung rekan-rekanya yang satu seragam karena persoalan narkoba. 

Teranyar, Bareskrim Polri menangkap Kepala Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Tangerang Selatan, Ajun Komisaris Pardiman. Kasus ini melibatkan enam anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Tangerang Selatan dan seorang anggota Kepolisian Daerah Aceh.

Nama Serambi Mekkah terseret dalam kasus berkaitan dengan peredaran narkoba jenis etomidate. Anggota Polda Aceh Inspektur Satu Muhammad Rizal diduga mengirimkan 200 etomidate ke Jakarta. Penerimanya yakni seorang anggota Satresnarkoba Polres Tangerang Selatan Inspektur Satu Dicky Desprianto.

“Perkaranya kini sedang didalami pinyak penyidik Bareskrim. Penangkapan tersebut berkaitan dengan dugaan peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba. "Serta terkait penyalahgunaan wewenang dalam penegakan hukum narkoba," kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Eko Hadi Santoso.

Terhadap kedua orang ini ( Inspektur Muhammad Rizal dan Inspektur Dicky), penyidik Bareskrim Polri melakukan proses hukum pidana. Adapun untuk enam orang lainnya diproses sanksi etik oleh Biro Pengamanan Internal Bidang Profesi dan Pengamanan Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Budi Hermanto membenarkan Pardiman tengah menjalani pemeriksaan oleh Propam Polda Metro Jaya. "Sebagai seorang Kasat, (peran) pengawasan dan pengendalian terhadap bawahan itu yang akan didalami oleh Bidang Propam Polda Metro Jaya," kata Budi di Markas Polda Metro Jaya, Senin.

Budi belum merinci detail kasus ini. Namun, Pardiman diduga mengetahui dan membiarkan anak buahnya mengedarkan narkotika jenis etomidate. 

Sebelum pengiriman 200 etomidate dari Aceh, ada tiga pengiriman lain sejak Oktober 2025. Pertama 25 catridge vape mengandung etomidate, lalu 35 catridge vape etomidate, lalu dua kali transaksi 200 vape etomidate sehingga total empat kali pengiriman.

Selain itu, anak buahnya juga diduga mengonsumsi etomidate dengan sepengetahuan Pardiman. Anggota Satresnarkoba Polres Tangerang Selatan juga diduga melakukan pemerasan terhadap pengguna narkoba berulang kali dengan nominal Rp 3 juta-100 juta.


Namun, menurut Budi, Pardiman tidak terlibat atau terkait dengan dua orang tersangka yang saat ini ditahan dan diproses pidana oleh Bareskrim Polri. 

"Saat ini sedang diminta keterangan oleh Bidang Propam terkait dengan pengawasan melekat sebagai Kasat terhadap bawahannya," kata Budi, Selasa, 28 Juli 2026.

Sebelumnya Bumi Pertiwi digegerkan dengan aksi seorang jenderal, mantan Kapolda Sumbar yang menjadi mafia narkoba. Mantan Kapolda Sumatera Barat, Teddy Minahasa dan 10 terdakwa lainya sudah dijatuhi hukuman.

Mereka dijerat melanggar Pasal 114 Ayat 2 subsider Pasal 112 Ayat 2, juncto Pasal 132 Ayat 1, juncto Pasal 55 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Persidangan jenderal narkoba ini terbuka untuk umum, bahkan ditayangkan langsung oleh Kompas.com. Dari persidangan tergambar bagaimana lihainya para mafia narkoba ini dibalik baju seragamnya yang seharusnya memberantas narkoba.

Pertarungan dengan narkoba di negeri ini terus berputar, banyak sudah yang masuk jeruji besi, baik pemakai, pengedar dan bandar. Namun semuanya itu tidak membuat para pelaku untuk jera. 

Sudah menjadi hiasan dunia, kejahatan dan kebaikan akan senantiasa bertarung, manusia mengambil peran di dalamnya. 

Polisi menangkap polisi dalam persoalan narkoba bukan lagi berita baru. Publik sangat berharap uniform cokelat muda ini mampu menegakan keadilan dalam memberantas narkoba. Masih ada polisi baik yang diharapkan menjadi penegak hukum bukan justru menjadi mafia.









Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI