DIALEKSIS.COM | Feature - Lencana di dadanya melambangkan dia orang terhormat, pilihan rakyat. Namun tangannya ringan, sering melepaskan pukulan kepada orang yang tidak disukainya. Bukan sekali.
Sebelumnya dengan gaya “petinju” dia melepaskan jeb ke muka Muhammad Reza, pengelola Makanan Bergizi Gratis di Gampong Sagoe, Trienggadeng pada Kamis, 30 Oktober 2025. Perkaranya sudah ditingkatkan ke penyidikan, pihak penyidik sudah menggelar perkara di Polda Aceh.
Walau beritanya viral dan menjadi pembahasan publik, namun Muhammad Reza, korban jep tinju ini belakangan mencabut pengaduannya dan memilih jalur damai.
Perkara ringan tangan Wakil Bupati Pidie Jaya, Hasan Basri, bukan hanya sampai disitu. Kali ini aksi ringan tangannya menimpa Zikrillah, yang merupakan salah seorang mantan tim suksesnya pada Pilkada 2024 lalu.
Demikian Zikrillah, sama dengan korban sebelumnya membuat laporan resmi ke Polres Pidie Jaya. Berita tentang laporan korban atas perbuatan Wakil Bupati Pidie Jaya, Hasan Basri, akhirnya viral.
Menurut Zikrillah dalam keterangannya menjawab media, dia sudah melaporkan aksi pemukulannya ke Polres pada Kamis (2/4/2026). Peristiwa pemukulan dirinya berlangsung pada Senin malam, 30 Maret 2026 di pendopo Wakil Bupati Pidie Jaya.
Menurut Zikrillah, pada saat kejadian dia datang ke pendopo Wakil Bupati untuk menghadiri pertemuan bersama sejumlah mantan tim sukses dan tokoh masyarakat.
Namun, setibanya di lokasi, Zikrillah mengaku dimarahi oleh Hasan Basri dan diminta keluar dari ruangan. Saat hendak meninggalkan ruangan ia didatangi oleh Hasan Basri dan langsung memukul.
“Pada saat keluar dari ruang pertemuan, Hasan Basri menghampiri dan langsung memukul saya di bagian punggung,” ujar Zikrillah seperti keterangannya kepada AJNN. Akhirnya korban melaporkan kasus itu ke polisi.
Belum diperoleh keterangan resmi versi Wakil Bupati Pidie Jaya, Hasan Basri. Wabup pilihan rakyat ini belum mau memberikan keterangan walau beberapa media sudah berupaya melakukan konfirmasi atas kejadian itu.
Aksi gaya “preman” Wakil Bupati Pidie Jaya memukul Zikrillah bukanlah kali pertama. Sebelumnya kasus lepasan jeb ala tinju yang dilakukan Wabup Pidie Jaya ini ramai menjadi pembahasan publik. Videonya viral.
Wakil Bupati di negeri penghasil kerupuk emping melepaskan jeb tinju ke muka Muhammad Reza, pengelola Makanan Bergizi Gratis di Gampong Sagoe, Trienggadeng pada Kamis, 30 Oktober 2025, sekitar pukul 08.05 WIB.
Korban yang membuat laporan dan pihak MBG bersikukuh perkara itu harus sampai ke pengadilan. Pihak penyidik Polda Aceh sudah mengelar perkara dan meningkatkan statusnya dari penyelidikan ke penyidikan. Hanya menunggu waktu menetapkan tersangka.
Namun dalam perjalanan perkara, akhirnya pembuat laporan yang sudah mendapatkan “hadiah” jeb ke mukanya, mencabut laporan dan memilih jalur damai, Wabup Pidie Jaya terbebaskan dari jeratan hukum.
Kini aksi pemukulan menimpa Zikrillah dan sudah membuat laporan resmi ke penyidik, apakah perkara ini juga akan sama dengan kasus sebelumnya, akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan dengan jalur damai?
Lagi berproses kita ikuti saja. Dua perkara yang sudah dilakukan Wabup Pidie Jaya yang tanganya ringan dikepalkan untuk mendarat di tubuh, telah memunculkan pertanyaan publik. Apakah Wabup Pidie Jaya menganut gaya preman, menyelesaikan persoalan mengedepankan kekerasan? [bg]