Senin, 18 Mei 2026
Beranda / Pertahanan dan Keamanan / Jelang Lebaran, Kapolda Aceh Marzuki Ali: Tidak Ada Zona Merah, Tapi…

Jelang Lebaran, Kapolda Aceh Marzuki Ali: Tidak Ada Zona Merah, Tapi…

Kamis, 19 Maret 2026 12:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Arn

Kapolda Aceh, Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M, mengatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai strategi untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif selama periode mudik dan perayaan hari keagamaan. [Foto: Humas Polda Aceh]


DIALEKSIS.COM | Aceh - Kepolisian Daerah Aceh meningkatkan langkah pengamanan menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Kapolda Aceh, Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M, mengatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai strategi untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif selama periode mudik dan perayaan hari keagamaan.

“Kami telah menyiapkan langkah-langkah pengamanan terpadu, baik sebelum, saat, maupun setelah Lebaran,” kata Marzuki saat menjawab pertanyaan Dialeksis, Kamis (19/3/2026).

Menurut dia, pengamanan difokuskan pada sejumlah aspek utama, seperti kelancaran arus lalu lintas, keamanan di pusat keramaian, serta pencegahan potensi gangguan kamtibmas. Polda Aceh juga menggelar operasi kepolisian terpusat yang melibatkan personel gabungan dari berbagai satuan.

Bentuk tindakan yang dilakukan antara lain pendirian pos pengamanan dan pos pelayanan di jalur-jalur strategis, peningkatan patroli di kawasan rawan, serta pengawasan intensif di lokasi yang berpotensi terjadi lonjakan aktivitas masyarakat. Selain itu, aparat juga memperkuat koordinasi dengan TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait lainnya.

Marzuki menjelaskan, jalur mudik lintas kabupaten/kota menjadi salah satu prioritas pengamanan. Kawasan objek wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, serta tempat ibadah juga mendapat perhatian khusus karena diperkirakan mengalami peningkatan aktivitas menjelang dan saat Lebaran.

Terkait potensi “zona merah”, ia menyebut tidak ada wilayah yang secara khusus dikategorikan rawan secara ekstrem. Namun, pihaknya telah memetakan sejumlah titik dengan potensi kerawanan lebih tinggi, terutama di jalur padat kendaraan dan daerah dengan mobilitas masyarakat yang meningkat signifikan.

“Bukan zona merah dalam arti berbahaya, tetapi ada titik-titik yang menjadi prioritas pengamanan karena tingkat aktivitasnya tinggi,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi kepadatan arus mudik, Polda Aceh juga menyiapkan rekayasa lalu lintas secara situasional. Personel di lapangan akan disiagakan untuk mengurai kemacetan dan memberikan pelayanan kepada pemudik.

Kapolda turut mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik agar mempersiapkan diri dengan baik. Ia menekankan pentingnya memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan layak jalan serta menjaga kesehatan selama perjalanan.

“Kami mengimbau para pemudik untuk mematuhi aturan lalu lintas, tidak memaksakan diri jika lelah, dan memanfaatkan pos pelayanan yang telah disediakan,” kata Marzuki.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar memastikan keamanan rumah yang ditinggalkan selama mudik, seperti memeriksa instalasi listrik dan menitipkan kepada tetangga atau aparat setempat.

Menurut dia, peran aktif masyarakat sangat penting dalam menjaga situasi tetap aman dan kondusif selama perayaan hari besar keagamaan. Polda Aceh, kata dia, berkomitmen memberikan pelayanan terbaik agar masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan aman dan nyaman.

“Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Kami berharap masyarakat juga ikut berperan aktif menjaga ketertiban,” tutup Irjen Pol Marzuki terkenal humble. [arn]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI