DIALEKSIS.COM | Jakarta - Indonesia akan menjadi tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026. Polri mulai mematangkan skema pengamanan untuk memastikan seluruh rangkaian pertandingan sepak bola internasional tersebut berjalan aman dan lancar.
Pengamanan tak hanya difokuskan di stadion. Polri juga menyiapkan pengawalan terhadap mobilitas tim, termasuk perjalanan dari dan menuju lokasi latihan.
Astama Ops Polri Komjen Pol Fadil Imran mengatakan pihaknya akan mengoptimalkan pengamanan dengan mengacu pada pengalaman mengawal berbagai ajang olahraga sebelumnya.
“Kami dari Kepolisian tentu akan mengoptimalkan pengamanan. Sport industry, sport tourism ini menjadi sebuah ekosistem yang harus dipahami oleh kepolisian juga. Ini harus kita dukung sepenuhnya,” ujar Fadil saat menghadiri Rapat Koordinasi Dukungan Pemerintah Penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026 di Gedung Kemenpora, Jakarta, Senin (10/8/2026).
Dalam persiapan tersebut, Polri juga melakukan evaluasi dan asesmen terhadap stadion yang akan digunakan. Stadion Si Jalak Harupat, Jawa Barat, dan Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, disebut telah memenuhi persyaratan untuk menggelar pertandingan.
“Hampir semua pertandingan di lapangan sepak bola yang sering dipakai oleh PSSI kita sudah lakukan asesmen,” kata Fadil.
Selain stadion, kelancaran pergerakan tim juga menjadi perhatian. Polri menyiapkan dukungan perjalanan tim dari dan menuju tempat latihan, termasuk rencana penggunaan Lapangan PTIK sebagai lokasi latihan Timnas Indonesia.
“Kami akan terus memperbaiki hal-hal lain terkait dengan kelancaran aktivitas dari dan ke tempat latihan, termasuk dukungan Polri untuk penggunaan Lapangan PTIK untuk tempat latihan Timnas,” ujarnya.
Rapat koordinasi tersebut dipimpin Menpora Erick Thohir dan dihadiri sejumlah kementerian, lembaga serta pemerintah daerah yang terlibat dalam persiapan FIFA ASEAN Cup 2026.
Erick mengatakan pemerintah memberikan dukungan penuh terhadap Indonesia sebagai tuan rumah. Presiden juga telah menerbitkan Government Guarantee yang dikirimkan kepada FIFA.
“Alhamdulillah Bapak Presiden sudah mengeluarkan surat Government Guarantee yang langsung dikirimkan kepada FIFA dan FIFA sendiri alhamdulillah sudah menjawab bahwa kita menjadi tuan rumah,” ujar Erick.
Menurut Erick, saat ini pemerintah masih menjalani proses negosiasi terkait host contract. Penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga momentum memperkenalkan Indonesia kepada dunia. [*]