DIALEKSIS.COM | Kolom - Zionis Israel telah menunjukkan wajah aslinya sebagai entitas paling biadab di abad modern ini! Pasca gencatan senjata yang seharusnya menjadi momentum perdamaian, mereka justru melancarkan serangan yang jauh lebih brutal dan membabi-buta di Gaza.
Ini bukan lagi sekadar konflik militer atau perang konvensional, melainkan sebuah pembantaian sistematis yang dirancang untuk memusnahkan sebuah bangsa!
Berapa banyak lagi nyawa tak berdosa yang harus melayang? Berapa banyak lagi tetesan darah anak-anak dan wanita yang harus membasahi bumi Gaza? Fasilitas kesehatan dihancurkan tanpa belas kasihan. Institusi pendidikan dibombardir tanpa ampun. Tempat-tempat ibadah diratakan dengan tanah. Bahkan kamp-kamp pengungsian yang seharusnya menjadi zona aman tidak luput dari keganasan mereka.
Inilah wajah sesungguhnya dari Israel - sebuah rezim pembantai yang haus darah manusia dan tidak mengenal batas kemanusiaan!
Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Benjamin Netanyahu atas kejahatan kemanusiaan. Mahkamah Internasional (ICJ) terus menerus memproses tuduhan genosida terhadap mereka.
Namun apa yang terjadi? Mereka tetap berjalan dengan angkuh, terus membunuh tanpa henti, dan menghancurkan segala yang ada di hadapan mereka! Seluruh kecaman komunitas internasional mereka anggap seperti hembusan angin yang berlalu.
Wahai Dunia Muslim, sampai kapan kita akan terus menjadi penonton pasif dalam tragedi kemanusiaan ini? Sampai kapan kita akan berpuas diri dengan sekadar resolusi dan pernyataan-pernyataan kosong? Ratusan konferensi telah terbukti gagal total. Jalur diplomasi telah mencapai kebuntuan. Boikot ekonomi terbukti tidak cukup untuk menghentikan mesin pembunuh ini!
Sudah tiba waktunya untuk bangkit! Sudah saatnya melawan dengan segenap kekuatan yang ada! Jihad global adalah satu-satunya solusi yang tersisa untuk menghentikan kebiadaban yang tak terkendali ini. Bukan lagi waktunya untuk berdebat dalam forum-forum internasional yang tak berujung. Bukan pula saatnya berharap pada PBB yang telah membuktikan diri sebagai organisasi impoten dan tak berdaya.
Intervensi militer terkoordinasi adalah sebuah keharusan yang tak bisa ditawar! Perlawanan bersenjata harus diorganisir secara sistematis! Seluruh kekuatan Muslim global harus bersatu padu menghadapi agresi Zionis yang tak kenal ampun ini. Jika mereka hanya memahami bahasa kekerasan, maka kita harus berbicara dengan bahasa yang mereka pahami dengan baik!
Membela saudara muslim yang teraniaya dan sedang diambil tanah airnya adalah kewajiban mutlak seluruh umat muslim. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang mengumpamakan kaum mukminin bagaikan satu tubuh - jika satu bagian sakit, seluruh tubuh merasakan sakitnya. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menegaskan bahwa ketika muslim diserang, jihad membela diri menjadi fardhu 'ain bagi yang diserang dan fardhu kifayah bagi muslim lainnya untuk membantu.
Allah SWT sendiri tidak mengizinkan seorangpun menghindar dari perang membela diri saat musuh telah merajalela dan mulai memasuki negeri, Bahkan Al-Qur'an mencela orang-orang yang meminta izin kepada Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam dalam firman-Nya,
“Dan sebahagian dari mereka minta izin kepada Nabi (untuk kembali pulang) dengan berkata: "Sesungguhnya rumah-rumah kami terbuka (tidak ada penjaga)".” (QS. Al-Ahzab: 13)
Jihad difa' (defensif) menjadi keniscayaan untuk membela agama, kehormatan dan nyawa yang sedang terancam.
Haji Sulaiman Rasjid dalam "Fiqh Islam" menegaskan bahwa berperang menjadi fardhu 'ain bagi setiap muslim di negeri yang diserang dan fardhu kifayah bagi muslim di negeri lain untuk membantu. Intervensi militer bukanlah hal tabu dalam politik modern, terutama menyangkut krisis kemanusiaan.
Jika Ukraina bisa mendapat bantuan dari sekutu Eropanya menghadapi Rusia, mengapa dunia muslim terus membisu melihat pembantaian saudara mereka di Palestina?
Setiap Muslim di seluruh penjuru dunia harus bangkit! Menyuarakan kepada para pemimpin mereka agar terus proaktif dalam membela hak-hak saudara mereka di Palestina. Setiap negara Muslim harus bergerak tegas! Tidak ada lagi ruang untuk ragu. Tidak ada lagi tempat untuk kompromi. Pembantaian ini harus dihentikan sekarang juga!. [**]
Penulis: Teuku Alfin Aulia (Founder Halaqah Aneuk Bangsa, Mahasiswa Universitas Al-Azhar Kairo Mesir)