Senin, 18 Mei 2026
Beranda / Berita / Nasional / 177 Kasus PMK Muncul di Jabar, Kementan Gaspol Vaksinasi

177 Kasus PMK Muncul di Jabar, Kementan Gaspol Vaksinasi

Jum`at, 06 Februari 2026 12:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Indri

Direktur Kesehatan Hewan Ditjen PKH Kementan, Hendra Wibawa. [Foto: alumniipbpedia.id]


DIALEKSIS.COM | Subang - Pemerintah terus mengakselerasi vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di 29 provinsi untuk menekan risiko penularan pada ternak. 

Program vaksinasi PMK dilaksanakan secara massal dan serentak dalam dua periode nasional, yakni Januari-Maret dan Juli-September 2026, dengan target distribusi mencapai 4 juta dosis. Dari jumlah tersebut, 80% dialokasikan untuk zona pemberantasan, 15% untuk zona pengendalian, dan 5% disiapkan sebagai stok cadangan untuk respons cepat jika muncul kasus baru.

Berdasarkan data pemantauan, sejak awal Januari hingga 1 Februari 2026 tercatat 16 kejadian PMK dengan total 177 kasus di Jawa Barat. Menyikapi kondisi itu, Kementerian Pertanian mengalokasikan 151 ribu dosis vaksin PMK untuk Jawa Barat sepanjang 2026. Alokasi tersebut dibagi ke dalam dua tahap, masing-masing 75.500 dosis.

“Pada Januari, Jawa Barat telah menerima 60 ribu dosis vaksin PMK. Sisanya akan didistribusikan secara bertahap pada pengiriman berikutnya,” kata Direktur Kesehatan Hewan Ditjen PKH Kementan, Hendra Wibawa. 

Ia menegaskan distribusi vaksin ke kabupaten dan kota akan dikoordinasikan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat.

Hendra menyebut Jawa Barat menjadi wilayah prioritas karena tingginya populasi dan lalu lintas ternak. Ia menekankan vaksinasi harus dibarengi penerapan biosekuriti yang ketat.

“Vaksinasi dan biosekuriti adalah satu kesatuan untuk memutus rantai penularan PMK,” ujarnya. [in]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI