Minggu, 16 Agustus 2026
Beranda / Berita / Nasional / 23,5 Juta Anak Sudah Ikut CKG, Pemerintah Targetkan Seluruh Temuan Penyakit Ditindaklanjuti

23,5 Juta Anak Sudah Ikut CKG, Pemerintah Targetkan Seluruh Temuan Penyakit Ditindaklanjuti

Sabtu, 15 Agustus 2026 22:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Indri

23,5 Juta Anak Sudah Ikut CKG. [Foto: dok. Kemenkes]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Anak akan diarahkan pada penanganan hasil pemeriksaan, bukan sekadar mengejar jumlah anak yang menjalani skrining.

Evaluasi CKG sejak Februari 2025 hingga Februari 2026 mencatat 23,5 juta anak telah diperiksa. Namun, pemerintah masih menemukan kesenjangan antara tingginya cakupan pemeriksaan dan rendahnya tindak lanjut medis.

Salah satu temuan yang menjadi perhatian adalah 95 persen balita yang berisiko tuberkulosis (TB) belum menjalani tes konfirmasi. CKG juga menemukan masalah anemia, tekanan darah, kesehatan mental, serta karies gigi pada anak.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta puskesmas memperkuat kapasitas penanganan. Menurut dia, fasilitas kesehatan tidak cukup hanya melakukan pemeriksaan gigi, tetapi juga harus mampu melakukan penambalan dan perawatan akar gigi.

Untuk kesehatan mental, anak SMP dan SMA yang terindikasi mengalami kecemasan atau depresi perlu segera mendapat layanan konseling. Pemerintah membuka opsi pemanfaatan telemedisin serta penguatan peran guru Bimbingan Konseling (BK).

Pemerintah juga menekankan pentingnya hasil pemeriksaan disampaikan kepada anak dan orang tua. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi mengatakan hasil skrining harus menjadi dasar edukasi dan tindakan lanjutan, bukan sekadar data yang tersimpan.

Mulai 2027, keberhasilan CKG tidak lagi hanya diukur dari jumlah anak yang diperiksa, tetapi dari rasio temuan penyakit yang berhasil ditangani. Anak dengan rapor kesehatan berstatus kuning atau merah juga akan mendapat obat gratis selama 15 hari pertama.

Pemerintah menegaskan, setiap temuan masalah kesehatan pada anak mulai dari karies gigi hingga risiko gangguan mental harus ditindaklanjuti hingga tuntas guna mencegah perburukan kondisi di masa depan.

Dengan arah baru tersebut, CKG diharapkan menjadi rangkaian layanan dari skrining, penyampaian hasil, rujukan, hingga pengobatan sehingga masalah kesehatan anak dapat ditangani lebih dini. [in]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI