DIALEKSIS.COM | Jakarta - Arus balik Lebaran 2026 terpantau semakin terkendali hingga H+6, dengan mayoritas pemudik telah kembali ke Pulau Jawa. Data terbaru mencatat sebanyak 651.195 penumpang atau sekitar 72 persen sudah kembali dari total 898.864 orang yang berangkat saat arus mudik.
Sementara itu, jumlah kendaraan yang kembali mencapai 169.385 unit atau sekitar 71 persen dari total kendaraan yang menyeberang ke Sumatera.
PT ASDP Indonesia Ferry menyebut kondisi ini menunjukkan pengelolaan arus balik berjalan efektif berkat koordinasi lintas sektor. Perusahaan pelat merah tersebut juga mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, aparat keamanan, hingga operator lapangan dalam menjaga kelancaran layanan penyeberangan selama periode Lebaran.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, mengatakan peningkatan volume trafik saat arus balik masih dapat diantisipasi dengan baik.
“Arus balik memang meningkat, namun layanan tetap berjalan lancar dan merata. Ini hasil kerja bersama seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya, Minggu (29/3/2026).
Sementara itu, Kapolri Listyo Sigit Prabowo memastikan kondisi lalu lintas secara umum masih dalam kategori lancar. Ia menyebut rekayasa lalu lintas seperti delaying system diterapkan secara situasional.
“Secara umum arus balik masih dalam kategori hijau. Kami juga menyiapkan skenario alternatif jika terjadi kepadatan,” kata dia.
Di sisi lain, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengungkapkan masih ada sekitar 30 persen pemudik yang belum kembali ke Jawa, khususnya dari wilayah Sumatera. Pemerintah, kata dia, telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif seperti buffer zone, penambahan kapal, hingga pengaturan jadwal untuk mengurai potensi kepadatan.
“Seluruh skema sudah disiapkan agar sisa arus balik dapat terdistribusi dengan baik dalam beberapa hari ke depan,” ujarnya. [in]