DIALEKSIS.COM | Jakarta - Peluncuran buku Teladan Sang Menteri menjadi bentuk apresiasi atas kepemimpinan Menteri Agama RI, Prof. Nasaruddin Umar. Buku ini diluncurkan di Aula VVIP Masjid Istiqlal, Jakarta, dan ditulis oleh tim akademisi UIN Ar-Raniry Banda Aceh.
Buku tersebut mengangkat sosok Menteri Agama sebagai ulama, cendekiawan, dan pemimpin publik yang dinilai memiliki integritas serta keteladanan. Melalui pendekatan reflektif, buku ini membahas nilai-nilai kepemimpinan, etika publik, serta kontribusi pemikiran keislaman dalam konteks kebangsaan.
Penulis utama, Prof. Mujiburrahman, menyampaikan bahwa buku ini bukan sekadar biografi, melainkan bentuk penghargaan intelektual terhadap sosok Menteri Agama.
“Buku ini adalah refleksi akademik kami atas kepemimpinan Prof. Nasaruddin Umar. Kami melihat beliau tidak hanya kuat dalam kapasitas intelektual, tetapi juga konsisten menghadirkan teladan dalam integritas, kebijaksanaan, dan cara bersikap sebagai pejabat publik,” ujarnya kepada Dialeksis, Selasa (8 April 2026).
Menurutnya, figur Menteri Agama saat ini menunjukkan bagaimana nilai-nilai keislaman dapat berjalan seiring dengan semangat kebangsaan dan moderasi beragama. Ia menilai kepemimpinan seperti ini penting dihadirkan sebagai rujukan di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks.
“Beliau memperlihatkan bahwa keislaman yang substansial tidak bertentangan dengan komitmen kebangsaan. Justru keduanya saling menguatkan, dan itu tercermin dalam kebijakan maupun sikap beliau,” tambahnya.
Sementara itu, Dr. Reza Idria yang turut menjadi penulis menekankan bahwa buku ini lahir dari kekaguman akademik terhadap gaya kepemimpinan yang humanis dan inklusif.
“Kami melihat ada dimensi keteladanan yang sangat kuat dari Menteri Agama, terutama dalam merawat keberagaman dan menjaga ruang dialog yang sehat di tengah perbedaan,” kata Reza kepada Dialeksis.
Ia menambahkan bahwa pendekatan kepemimpinan yang mengedepankan empati dan keterbukaan menjadi hal penting yang ingin didokumentasikan dalam buku tersebut.
“Ini bukan hanya tentang sosok, tetapi tentang nilai. Kami ingin menunjukkan bahwa kepemimpinan yang humanis, inklusif, dan berbasis nilai itu nyata dan bisa dijalankan dalam praktik pemerintahan,” lanjutnya.
Menurut Reza, buku ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi akademisi, mahasiswa, serta para pengambil kebijakan dalam memahami pentingnya kepemimpinan berbasis nilai.
Peluncuran buku ini juga mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk jajaran Kementerian Agama, yang menilai karya tersebut menjadi kontribusi penting dalam memperkuat narasi kepemimpinan berintegritas di lingkungan birokrasi.
Dengan terbitnya Teladan Sang Menteri, diharapkan semangat keteladanan dan integritas dalam kepemimpinan dapat terus tumbuh dan menginspirasi generasi penerus bangsa.