Selasa, 14 Juli 2026
Beranda / Berita / Nasional / Cadangan Devisa Indonesia Meningkat ke US$145,6 Miliar, Sanggup Biayai Impor 5,5 Bulan

Cadangan Devisa Indonesia Meningkat ke US$145,6 Miliar, Sanggup Biayai Impor 5,5 Bulan

Senin, 13 Juli 2026 17:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Indri

Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juni 2026 tercatat sebesar 145,6 miliar dolar AS. [Foto: Desain ChatGPT oleh dialeksis.com]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juni 2026 tercatat sebesar 145,6 miliar dolar AS. Angka tersebut meningkat dibandingkan posisi akhir Mei 2026 yang berada di level 144,9 miliar dolar AS.

Bank Indonesia (BI) menyebut kenaikan cadangan devisa terutama didorong oleh penerimaan pajak dan jasa, meski di saat yang sama pemerintah melakukan pembayaran utang luar negeri serta BI menjalankan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian pasar keuangan global.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan posisi cadangan devisa saat ini masih berada pada level yang sangat memadai untuk menjaga ketahanan sektor eksternal nasional.

"Posisi cadangan devisa pada akhir Juni 2026 tetap terjaga sebesar 145,6 miliar dolar AS. Cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal, serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan," ujar Ramdan.

Menurut BI, jumlah cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 5,5 bulan impor atau 5,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Capaian itu juga berada jauh di atas standar kecukupan internasional yang umumnya berada di kisaran tiga bulan impor.

Bank Indonesia menilai kondisi tersebut mencerminkan ketahanan eksternal Indonesia yang tetap kuat di tengah dinamika ekonomi global.

Ke depan, BI optimistis posisi cadangan devisa akan tetap terjaga. Optimisme tersebut didukung oleh prospek aliran masuk modal asing yang dinilai masih positif seiring meningkatnya kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia serta daya tarik imbal hasil investasi domestik.

"Bank Indonesia meyakini ketahanan sektor eksternal tetap baik didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai serta aliran masuk modal asing sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang tetap menarik," kata Ramdan.

BI menambahkan akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dalam menjaga ketahanan sektor eksternal guna mempertahankan stabilitas perekonomian nasional sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. [in]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI