Kamis, 25 Juni 2026
Beranda / Berita / Nasional / Hari Pelaut Sedunia 2026, Kemenhub Perkuat Perlindungan dan Kompetensi 1,6 Juta Pelaut

Hari Pelaut Sedunia 2026, Kemenhub Perkuat Perlindungan dan Kompetensi 1,6 Juta Pelaut

Rabu, 24 Juni 2026 22:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menegaskan komitmennya untuk memperkuat perlindungan, kesejahteraan, dan daya saing pelaut Indonesia dalam rangkaian peringatan Hari Pelaut Sedunia (Day of the Seafarer) 2026 yang resmi dibuka melalui Maritime Expo di Jakarta. [Foto: Humas Kemenhub]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menegaskan komitmennya dalam meningkatkan perlindungan, keselamatan, dan kesejahteraan pelaut Indonesia melalui rangkaian peringatan Hari Pelaut Sedunia (Day of the Seafarer) 2026 yang dibuka lewat Maritime Expo di Jakarta.

Peringatan tahun ini mengusung tema global dari International Maritime Organization (IMO), "Carrying World Trade, Carrying the Risks". Tema tersebut menyoroti peran penting pelaut dalam menjaga kelancaran perdagangan dunia sekaligus berbagai risiko yang mereka hadapi selama bekerja di laut.

Wakil Menteri Perhubungan Suntana mengatakan pelaut merupakan salah satu elemen vital dalam rantai pasok dan perdagangan internasional. Menurutnya, profesi ini memiliki tantangan besar, mulai dari cuaca ekstrem, risiko kecelakaan kerja, hingga harus berpisah dari keluarga dalam waktu yang lama.

Karena itu, pemerintah berupaya memastikan para pelaut memperoleh perlindungan yang memadai, jaminan keselamatan kerja, serta kesejahteraan yang layak.

"Pelaut Indonesia memiliki dedikasi dan pengabdian luar biasa dalam menjaga aktivitas pelayaran dan perdagangan dunia. Mereka adalah pahlawan lautan yang patut mendapatkan perlindungan dan penghargaan," ujar Suntana.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud mengungkapkan Indonesia saat ini menjadi salah satu dari lima negara pemasok pelaut terbesar di dunia dengan jumlah mencapai sekitar 1,6 juta orang.

Menurutnya, jumlah tersebut merupakan aset strategis yang harus didukung peningkatan kualitas sumber daya manusia agar mampu bersaing di industri pelayaran global yang semakin modern dan kompetitif.

Untuk itu, pemerintah terus memperkuat sistem sertifikasi kepelautan, mempercepat digitalisasi layanan, serta memastikan penerapan standar internasional seperti STCW Convention dan Maritime Labour Convention (MLC) 2006 berjalan optimal.

Selain aspek regulasi, pemerintah juga memberikan perhatian pada perlindungan hak-hak pelaut, keselamatan kerja, kesehatan, hingga kesejahteraan mereka.

Upaya peningkatan kualitas SDM maritim turut dilakukan melalui pembinaan lebih dari 100 lembaga pendidikan dan pelatihan kepelautan di berbagai daerah. Kemenhub mendorong seluruh lembaga tersebut memenuhi standar internasional melalui penguatan fasilitas pendidikan, peningkatan kapasitas instruktur, dan penyesuaian kurikulum dengan kebutuhan industri pelayaran saat ini.

Pengembangan simulator pelayaran dan peningkatan kompetensi tenaga pengajar juga menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menghasilkan lulusan yang siap bersaing di pasar kerja global.

Rangkaian Hari Pelaut Sedunia 2026 tidak hanya diisi dengan Maritime Expo yang berlangsung pada 23-24 Juni 2026. Sejumlah kegiatan lain juga digelar, seperti penyerahan persetujuan bagi lembaga pendidikan kepelautan, layanan kesehatan, donor darah, pelayanan dokumen kepelautan, hingga pemberian santunan dan asuransi kepada keluarga pelaut.

Pada 25 Juni 2026, Kemenhub dijadwalkan menggelar Strategic Maritime Forum 2026 yang mempertemukan pemerintah, pelaku industri, akademisi, dan pemangku kepentingan sektor maritim.

Forum tersebut akan membahas arah kebijakan maritim nasional, peluang investasi, serta strategi penguatan SDM pelaut guna mendukung posisi Indonesia sebagai negara maritim dan memperbesar kontribusi sektor pelayaran terhadap perekonomian nasional.

Seluruh rangkaian kegiatan akan ditutup dengan acara fun walk di Plaza Barat Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada 28 Juni 2026.

Melalui momentum Hari Pelaut Sedunia, pemerintah berharap kolaborasi antara regulator, industri, lembaga pendidikan, dan komunitas pelaut semakin kuat untuk menciptakan ekosistem maritim yang berkelanjutan sekaligus mendukung visi Indonesia sebagai poros maritim dunia. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI
dishes