Rabu, 30 September 2026
Beranda / Berita / Nasional / Kemenkes Imbau Tak Panic Buying Oseltamivir, Ini Alasannya

Kemenkes Imbau Tak Panic Buying Oseltamivir, Ini Alasannya

Selasa, 29 September 2026 09:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Indri

Obat Oseltamivir. [Foto: Diksi via sindonews]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat tidak melakukan panic buying atau mengonsumsi Oseltamivir tanpa resep dokter di tengah meningkatnya kasus influenza sejak September 2026.

Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kemenkes Lucia Rizka Andalucia mengatakan, Oseltamivir hanya diberikan berdasarkan pemeriksaan dokter, terutama bagi pasien influenza berat dan kelompok berisiko tinggi.

“Oseltamivir bukan obat yang digunakan secara massal atau diminum untuk berjaga-jaga tanpa penilaian medis,” kata Lucia.

Kemenkes menyebut influenza A(H1N1)pdm09 saat ini menjadi virus yang dominan di Indonesia. Berdasarkan surveilans hingga pekan ke-38 2026, terdapat 1.527 spesimen positif dari 8.757 pemeriksaan atau sekitar 17 persen, lebih rendah dibandingkan 24 persen pada periode yang sama 2025.

Kemenkes juga meluruskan istilah “super flu”. Plt Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Andi Saguni mengatakan istilah tersebut bukan nomenklatur resmi WHO maupun Kemenkes dan merujuk pada influenza A(H3N2) subclade K yang kasusnya justru menurun.

Sepanjang 2026, hanya ditemukan 22 kasus A(H3N2) subclade K, turun dari 166 kasus pada 2025 dan tidak ada kasus baru sejak April.

Secara umum, influenza dapat sembuh sendiri dengan istirahat dan mencukupi kebutuhan cairan. Antivirus terutama diberikan kepada pasien dengan gejala berat serta kelompok rentan, seperti balita, lansia, ibu hamil, penderita penyakit penyerta, dan orang dengan sistem imun lemah.

Kemenkes meminta masyarakat tidak membeli obat secara berlebihan dan menerapkan pencegahan seperti mencuci tangan, memakai masker saat sakit, menerapkan etika batuk dan bersin, serta melakukan vaksinasi influenza. [in]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI