Senin, 18 Mei 2026
Beranda / Berita / Nasional / Kemenkes-WHO Teken Hibah Rp 230 Miliar untuk Perkuat Sistem Kesehatan

Kemenkes-WHO Teken Hibah Rp 230 Miliar untuk Perkuat Sistem Kesehatan

Jum`at, 20 Februari 2026 19:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama World Health Organization (WHO) menandatangani Grant Agreement dan Joint Workplan WHO Biennium 2026-2027. [Foto: dok. Kemenkes]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama World Health Organization (WHO) menandatangani Grant Agreement dan Joint Workplan WHO Biennium 2026-2027 guna memperkuat pembangunan dan ketahanan sistem kesehatan nasional. Melalui kesepakatan tersebut, WHO Indonesia memberikan dukungan pendanaan sebesar USD 14.859.366 dalam bentuk hibah uang, barang, dan jasa untuk pelaksanaan program kesehatan selama dua tahun ke depan.

Kerja sama ini diarahkan untuk mendukung implementasi program kesehatan yang selaras dengan WHO 14th General Programme of Work, Rencana Strategis Kementerian Kesehatan, serta RPJMN 2025-2029 dan enam pilar transformasi kesehatan. Dukungan tersebut mencakup penguatan upaya promotif dan preventif, peningkatan mutu layanan, hingga penguatan sistem ketahanan kesehatan nasional.

Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Kunta Wibawa Dasa Nugraha menyampaikan apresiasi atas kemitraan yang telah terjalin selama ini. Menurut dia, dukungan WHO berperan penting dalam mendorong kebijakan kesehatan berbasis bukti dan peningkatan kualitas layanan kesehatan di Indonesia.

“Penandatanganan Grant Agreement dan Joint Workplan Biennium 2026“2027 merupakan langkah strategis untuk memastikan kesinambungan dukungan WHO terhadap prioritas pembangunan kesehatan nasional. Kolaborasi ini menjadi fondasi penting dalam memperkuat sistem kesehatan yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan,” ujar Kunta.

Ia menegaskan, Kementerian Kesehatan berkomitmen mengoptimalkan pelaksanaan Joint Workplan melalui koordinasi dengan seluruh unit teknis penerima hibah. Pemerintah juga berharap WHO terus memberikan dukungan teknis dan kebijakan, khususnya dalam penguatan kapasitas perencanaan, monitoring, dan evaluasi program agar selaras dengan indikator kinerja utama Kementerian Kesehatan.

Penandatanganan perjanjian ini diharapkan mempercepat implementasi program yang telah disepakati serta memberikan dampak nyata terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat Indonesia, sekaligus mendukung pencapaian target kesehatan nasional dan tujuan pembangunan berkelanjutan. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI