Senin, 18 Mei 2026
Beranda / Berita / Nasional / Menkes Budi: Obesitas Ancam Usia Produktif, Masyarakat Diminta Ubah Pola Hidup

Menkes Budi: Obesitas Ancam Usia Produktif, Masyarakat Diminta Ubah Pola Hidup

Sabtu, 09 Mei 2026 13:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Indri

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, obesitas berkaitan erat dengan penurunan kualitas hidup masyarakat karena meningkatkan risiko penyakit kronis di usia produktif. [Foto: dok. Kemenkes]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Kasus obesitas di Indonesia terus meningkat dan menjadi perhatian serius pemerintah. Kementerian Kesehatan menyebut obesitas kini bukan lagi sekadar persoalan penampilan, melainkan faktor risiko utama berbagai penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung, hingga stroke.

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi obesitas pada orang dewasa mencapai 23,4 persen atau sekitar satu dari empat penduduk dewasa. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun 2018 yang tercatat sebesar 21,3 persen. Pemerintah menilai kenaikan itu dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari pola hidup, lingkungan, hingga faktor biologis dan genetik.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, obesitas berkaitan erat dengan penurunan kualitas hidup masyarakat karena meningkatkan risiko penyakit kronis di usia produktif. Karena itu, pemerintah mendorong perubahan perilaku masyarakat melalui penerapan gaya hidup sehat.

“Kalau kita ingin hidup lebih sehat dan lebih panjang umur, maka kita harus mulai menjaga pola makan, menjaga berat badan, dan rutin berolahraga. Kesehatan itu bukan hanya urusan rumah sakit atau program pemerintah, tapi harus menjadi gerakan hidup sehat yang dimiliki setiap individu,” ujar Budi.

Menurut Budi, pemerintah kini memperkuat edukasi kesehatan dengan menyediakan informasi gizi yang lebih mudah dipahami masyarakat, termasuk melalui pelabelan nutrisi pada makanan dan minuman. Langkah itu diharapkan membantu masyarakat menentukan pilihan konsumsi yang lebih sehat.

Selain menjaga pola makan, ia juga menekankan pentingnya aktivitas fisik dalam kehidupan sehari-hari. “Kita harus menjadikan olahraga sebagai movement. Mau lari, jalan kaki, badminton, padel apa saja yang penting bergerak dan dilakukan rutin,” kata Budi.

Kementerian Kesehatan berharap kampanye pencegahan obesitas dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat secara konsisten. Kegiatan tersebut juga diisi dengan edukasi kesehatan, konsultasi, dan pemeriksaan kesehatan bagi peserta sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit tidak menular sejak dini. [in]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI