DIALEKSIS.COM | Jakarta - Sebanyak 15.599 peserta mengikuti Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Bidang Sains Tingkat Provinsi 2026 yang digelar serentak pada 5-6 Oktober 2026.
Kompetisi berbasis Computer-Based Test (CBT) tersebut digelar di 497 titik yang tersebar di 34 provinsi dan 514 kabupaten/kota. Dari total peserta, 15.485 orang atau 99,27 persen berhasil menyelesaikan ujian. Sebanyak 114 peserta lainnya tidak mengikuti ujian.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Suyitno mengatakan, OMI tidak hanya menjadi ajang untuk mencari juara, tetapi juga bagian dari upaya membangun ekosistem pencarian dan pengembangan talenta peserta didik.
“OMI bukan sekadar mencari siapa yang menjadi juara. Yang lebih penting adalah bagaimana kita menemukan talenta-talenta terbaik, memetakan potensinya, kemudian memastikan mereka mendapatkan pembinaan yang berkelanjutan,” kata Suyitno di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Dari seluruh peserta, 13.219 orang atau 84,74 persen berasal dari madrasah, sedangkan 2.380 peserta atau 15,26 persen berasal dari sekolah umum. Berdasarkan jenjang, peserta MA/SMA/SMK menjadi kelompok terbesar dengan 8.361 peserta, disusul MTs/SMP sebanyak 4.345 peserta dan MI/SD sebanyak 2.893 peserta.
Direktur KSKK Madrasah Nyayu Khodijah mengatakan, keterlibatan sekolah umum menunjukkan OMI semakin terbuka sebagai kompetisi sains bagi peserta didik dari berbagai satuan pendidikan.
Pelaksanaan OMI menggunakan 744 ruang fisik yang dikonfigurasi menjadi 1.888 sesi selama dua hari. Kapasitas komputer yang tersedia mencapai 42.451 kursi dengan tingkat okupansi 36,7 persen untuk menjaga kenyamanan dan integritas ujian.
Sebanyak 484 peserta nantinya akan mendapat tiket untuk melaju ke OMI Tingkat Nasional. Kasubdit Kesiswaan sekaligus Ketua Panitia OMI Nasional Solla Taufiq mengatakan, peserta yang teridentifikasi memiliki potensi perlu mendapatkan pembinaan berkelanjutan hingga tingkat nasional.
OMI sebelumnya dikenal sebagai Kompetisi Sains Madrasah (KSM). Sejak 2025, ajang tersebut berubah menjadi Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) bidang Sains dan Riset.
Kementerian Agama menilai kompetisi ini dapat menjadi salah satu pintu masuk dalam pemetaan dan pengembangan talenta sains peserta didik. [*]