DIALEKSIS.COM | Jakarta - Pemerintah menegaskan stok pangan pokok nasional menjelang Ramadan dan Idulfitri masih aman. Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan masyarakat tidak perlu khawatir kekurangan beras, daging, telur, dan gula dalam tiga bulan ke depan.
“Stok pangan strategis kita cukup hingga akhir Maret, termasuk beras, daging ayam, telur, gula, dan daging sapi/kerbau,” kata Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Bapanas, Maino Dwi Hartono yang dilansir pada Jumat (30/1/2026).
Data proyeksi Neraca Pangan Nasional menunjukkan total ketersediaan beras Januari-Maret mencapai 22,2 juta ton, jauh di atas kebutuhan konsumsi 7,7 juta ton. Daging ayam ras diperkirakan tersedia 1,6 juta ton, sementara konsumsi nasional hanya 1,01 juta ton. Begitu pula dengan gula konsumsi dan telur ayam ras, yang masing-masing surplus sekitar 751,5 ribu ton dan 305,8 ribu ton.
Selain ketersediaan, pemerintah juga memperkuat program intervensi harga melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) dan penyaluran SPHP beras.
“Kami terus melesatkan kuantitas GPM sampai Idulfitri, termasuk SPHP beras yang sudah mencapai 63 ribu ton di Januari,” ujar Maino.
Distribusi pangan juga menjadi perhatian utama, terutama menghadapi potensi hujan di Februari-Maret. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Iqbal Shoffan Shofwan menekankan kesiapan jalur distribusi.
“Semua distributor, termasuk Bulog dan ID FOOD, sudah menyalurkan barang kebutuhan pokok ke daerah sejak awal, agar musim hujan tidak mengganggu pasokan,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah akan mengawasi harga pangan melalui Satgas Saber Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan 2026. Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, “Tidak boleh ada pelaku usaha yang mematok harga tidak wajar. Semua harus sesuai HET dan HAP.” [*]