Selasa, 16 Juni 2026
Beranda / Gaya Hidup / Olah Raga / 70 Pelatih Fisik Bela Diri Ikuti Coaching Clinic Dispora Aceh-PPFI dengan Metode Sport Science

70 Pelatih Fisik Bela Diri Ikuti Coaching Clinic Dispora Aceh-PPFI dengan Metode Sport Science

Minggu, 03 Mei 2026 22:00 WIB

Font: Ukuran: - +

70 pelatih fisik dari delapan cabang olahraga bela diri mengikuti Coaching Clinic yang digelar Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Aceh bekerja sama dengan Persatuan Pelatih Fisik Indonesia (PPFI). Kegiatan berlangsung di Hotel Amel Convention Center, Banda Aceh, pada 31 April hingga 3 Mei 2026. [Foto: dok. Dispora Aceh]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Sebanyak 70 pelatih fisik dari delapan cabang olahraga bela diri mengikuti Coaching Clinic yang digelar Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Aceh bekerja sama dengan Persatuan Pelatih Fisik Indonesia (PPFI). Kegiatan berlangsung di Hotel Amel Convention Center, Banda Aceh, pada 31 April hingga 3 Mei 2026.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya Dispora Aceh meningkatkan kualitas sumber daya manusia olahraga, khususnya pelatih fisik yang memiliki peran penting dalam pembinaan atlet menuju prestasi nasional maupun internasional.

Ketua panitia, Mulyadi, S.Pd, mengatakan pelatihan tahap pertama ini diikuti pelatih dari delapan cabang olahraga bela diri, yakni anggar, taekwondo, wushu, pencak silat, kempo, tarung derajat, tinju, dan karate.

"Program ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas pelatih fisik, khususnya di cabang olahraga bela diri," kata Mulyadi.

Ia menambahkan, Dispora Aceh juga berencana melaksanakan Coaching Clinic tahap kedua pada tahun yang sama guna menjangkau lebih banyak pelatih dari cabang olahraga lainnya.

Sementara itu, Kepala Dispora Aceh T. Banta Nuzullah melalui Kepala Bidang Pembinaan dan Peningkatan Prestasi Olahraga (P3O), T. Bustamam, menegaskan bahwa pelatih fisik memegang peranan strategis dalam proses pembinaan atlet.

Menurutnya, kualitas pelatih yang memiliki kompetensi teknis, metodologis, serta pemahaman ilmu olahraga menjadi faktor penting dalam membentuk kondisi fisik atlet yang ideal, mulai dari kekuatan, daya tahan, kecepatan, kelincahan hingga kesiapan mental saat bertanding.

"Melalui coaching clinic ini, peserta tidak hanya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga memperluas jejaring serta bertukar pengalaman dengan pelatih dari berbagai cabang olahraga," ujarnya.

Bustamam berharap para peserta mampu mengadopsi metode latihan modern berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi olahraga (sport science) yang dapat diterapkan dalam program pembinaan atlet di daerah masing-masing.

Selain menjadi sarana peningkatan kompetensi, kegiatan ini juga menjadi wadah silaturahmi dan pertukaran pengalaman antarpelatih cabang olahraga bela diri di Aceh.

Dispora Aceh optimistis program tersebut dapat melahirkan pelatih fisik yang profesional dan berdaya saing, sehingga berdampak langsung pada peningkatan prestasi atlet Aceh di berbagai ajang kompetisi tingkat nasional maupun internasional. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI