Sabtu, 05 April 2025
Beranda / Gaya Hidup / Olah Raga / Community MLBB Pedir Team Meriahkan M6 Turnamen dan Watch Party Regional Aceh

Community MLBB Pedir Team Meriahkan M6 Turnamen dan Watch Party Regional Aceh

Jum`at, 06 Desember 2024 11:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Komunitas Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) Aceh menggelar turnamen seru dan watch party yang bertempat di AL Kopi, Ulee Lheue, Kamis (5/12/2024). [Foto: Naufal Habibi/dialeksis.com]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Komunitas Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) Aceh menggelar M6 turnamen seru dan watch party Season 1 yang bertempat di AL Kopi, Ulee Lheue, Kamis (5/12/2024).

Acara ini merupakan bagian dari M6 turnamen & watch party, sebuah turnamen bergengsi yang diikuti oleh pemain-pemain terbaik dari seluruh dunia. kegiatan ini berhasil menarik perhatian puluhan peserta dan penggemar komunitas e-sport dari berbagai daerah di Aceh.

Leader Community Hero - MLBB Pedir Team, Kamil Fadhal, menyampaikan bahwa acara ini bertujuan lebih dari sekadar kompetisi. 

“Kami ingin membangun ekosistem e-sport di Aceh yang lebih solid dan dikenal secara luas. Acara ini juga menjadi ajang silaturahmi bagi penggemar dan pemain Mobile Legends. Selain itu, kami berharap dapat menginspirasi generasi muda untuk berkarya di dunia digital,” ujar Kamil kepada Dialeksis.com.

Turnamen kali ini untuk memperebutkan gelar juara dan hadiah menarik. Tim Sistem Hitam berhasil meraih Juara 1, disusul oleh Ayah UNTZR sebagai Juara 2, dan Ayah Su'eb yang menempati Juara 3. 

Selain hadiah berupa uang tunai, para pemenang juga mendapatkan diamond MLBB, memberikan apresiasi tambahan kepada para juara.

“Persaingan di turnamen ini sangat ketat. Setiap tim menunjukkan strategi dan kemampuan terbaik mereka. Ini menunjukkan betapa kompetitifnya komunitas MLBB di Aceh,” tambah Kamil.

Tak hanya turnamen, acara ini juga dimeriahkan dengan watch party pertandingan wild card M6. Suasana di AL Kopi semakin semarak dengan sorakan para penonton yang mendukung tim favorit mereka. 

Selain itu, panitia juga mengadakan kuis interaktif dengan hadiah menarik berupa 300 diamond untuk para pemenang.

Menurut Kamil, kegiatan seperti ini penting untuk terus diselenggarakan agar e-sport di Aceh semakin berkembang. 

“Kami melihat potensi besar dari komunitas e-sport di sini. Dengan dukungan dan platform yang tepat, pemain-pemain Aceh memiliki peluang untuk bersaing di level nasional bahkan internasional,” katanya.

Semangat yang tercipta dalam acara ini membuktikan bahwa e-sport bukan sekadar permainan, melainkan bagian dari budaya kreatif yang mampu menggerakkan komunitas lokal ke level yang lebih tinggi. 

“Ini bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga tentang bagaimana kita membangun kebersamaan dan memanfaatkan teknologi untuk hal-hal positif,” tutup Kamil. [nh]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI