DIALEKSIS.COM | Bogor - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bersama Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) menggelar Pelatihan Pelatih Nasional Pencak Silat Tingkat Muda (III) di Ole Suites Hotel, Sentul, Bogor, pada 21-25 Oktober 2026. Sebanyak 44 peserta dari Sumatra dan Jawa mengikuti kegiatan ini untuk meningkatkan kompetensi dan memperkuat pembinaan pencak silat di daerah.
Pelatihan dibuka oleh Plt. Asisten Deputi Tenaga dan Organisasi Keolahragaan Prestasi Kemenpora, Setiyana Djafar. Hadir pula Sekretaris Jenderal PB IPSI Abdul Karim Al Jufri dan sejumlah praktisi serta akademisi pencak silat.
Abdul Karim mengatakan, pelatihan dan sertifikasi menjadi langkah penting untuk meningkatkan kualitas sekaligus memperluas peluang karier pelatih. Menurut dia, pelatih memiliki peran strategis dalam mendukung target pencak silat menembus Olimpiade, mengembangkan wisata budaya, serta memperkuat pembinaan melalui pendidikan.
Kebutuhan pelatih diperkirakan meningkat seiring rencana penerapan pencak silat sebagai kegiatan ekstrakurikuler di sekolah nasional terintegrasi. Karena itu, ia mendorong peningkatan partisipasi perempuan dalam pelatihan kepelatihan. Dari 44 peserta, hanya lima orang yang merupakan perempuan.
Sementara itu, Setiyana menegaskan bahwa sertifikasi merupakan bukti kompetensi yang harus diikuti dengan kemauan untuk terus belajar. Ia meminta peserta menerapkan pengetahuan yang diperoleh di daerah masing-masing dan membagikannya kepada pelatih lain.
“Jangan pelit ilmu. Mari jadikan kegiatan ini upaya membangun sistem pembinaan di daerah,” ujar Setiyana.
Untuk memantau penerapan hasil pelatihan, peserta akan dibekali buku saku sebagai sarana pencatatan kegiatan dan pelaporan bulanan. Hasil evaluasi juga menjadi dasar pemilihan tiga hingga lima peserta terbaik untuk mengikuti pelatihan lanjutan.
Peserta berpeluang melanjutkan ke jenjang Madya dan Utama hingga pelatihan internasional sesuai hasil evaluasi dan persyaratan yang berlaku. Setiyana juga mengingatkan pentingnya penguasaan bahasa Inggris bagi pelatih yang ingin mengikuti program di luar negeri.
Melalui pelatihan ini, Kemenpora dan PB IPSI berharap lahir pelatih berkualitas yang mampu memperkuat pembinaan atlet secara berkelanjutan di daerah. [*]