DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Pasangan pengantin yang melangsungkan akad nikah di tiga masjid besar di Kota Banda Aceh kini tak perlu lagi repot mengurus perubahan dokumen kependudukan setelah menikah.
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Banda Aceh bersama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Banda Aceh resmi meluncurkan layanan terintegrasi yang memungkinkan pengantin langsung memperoleh Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el) dan Kartu Keluarga (KK) dengan status terbaru, yakni kawin.
Program tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kepala Disdukcapil Kota Banda Aceh, Heru Triwijanarko, dan Kepala Kantor Kemenag Kota Banda Aceh, H. Salman, di Aula Kantor Kemenag Kota Banda Aceh, Selasa (2/6/2026).
Melalui kerja sama ini, layanan administrasi kependudukan akan langsung diberikan kepada pasangan yang menikah di Masjid Raya Baiturrahman, Masjid Keuchik Leumik, dan Masjid Oman.
Kepala Disdukcapil Kota Banda Aceh, Heru Triwijanarko, mengatakan inovasi tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Disdukcapil dan Kemenag yang dikenal dengan inovasi Catatan Identitas Kependudukan Pasca Menikah pada Masjid Baiturrahman, Keuchik Leumik, dan Oman.
“Setelah akad nikah selesai, kami langsung memproses penerbitan KK dan KTP-el dengan status baru, yaitu status kawin,” kata Heru.
Menurutnya, program ini dirancang untuk memangkas birokrasi dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Pengantin tidak perlu lagi datang ke kantor Disdukcapil untuk mengurus perubahan data kependudukan.
Bahkan, dokumen KK yang telah diterbitkan akan dikirimkan langsung dalam bentuk file digital ke nomor WhatsApp pasangan pengantin dan dapat dicetak sendiri di rumah.
“Ini bagian dari semangat kami untuk menghadirkan pelayanan yang lebih mudah, cepat, dan dekat dengan masyarakat. Kita mulai dari tiga masjid besar terlebih dahulu, dan ke depan akan dikembangkan ke masjid-masjid lainnya di Banda Aceh,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kota Banda Aceh, H. Salman, menyambut baik kolaborasi tersebut dan menyebutnya sebagai terobosan penting dalam memperluas jangkauan pelayanan publik sekaligus memperkuat integrasi data antarinstansi.
Menurutnya, kerja sama dengan Disdukcapil akan mempermudah sinkronisasi data kependudukan yang berkaitan dengan peristiwa pernikahan dan perubahan status warga.
“Kerja sama ini merupakan langkah nyata untuk menghadirkan layanan yang semakin mudah, cepat, dan terintegrasi bagi masyarakat,” kata Salman.
Kerja sama lintas sektor tersebut diharapkan semakin memperkuat kualitas layanan Kementerian Agama kepada masyarakat sekaligus memperluas akses pelayanan publik yang cepat, mudah, dan terintegrasi di Kota Banda Aceh