Minggu, 30 November 2025
Beranda / Pemerintahan / Herman RN: Kepala BNPB Tidak Peka Terhadap Penderitaan Aceh

Herman RN: Kepala BNPB Tidak Peka Terhadap Penderitaan Aceh

Minggu, 30 November 2025 21:15 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Arn

Budayawan Aceh, Herman RN. Foto:  for Dialeksis


DIALEKSIS.COM | Aceh - Budayawan Aceh, Herman RN, meluapkan kekecewaannya terhadap pernyataan Kepala BNPB yang menilai bencana di Aceh belum layak ditetapkan sebagai bencana nasional dan disebut hanya “mencekam di media sosial”. Menurut Herman, pernyataan itu tidak hanya keliru, tetapi juga melukai masyarakat Aceh.

“Pernyataan itu menunjukkan ketidakpekaan. Kepala BNPB semestinya menjadi sosok paling empatik, bukan justru meremehkan penderitaan warga. Ucapan seperti ini tidak pantas keluar dari pejabat yang memimpin penanggulangan bencana nasional,” ujar Herman kepada Dialeksis, Minggu 30 November 2025.

Ia menilai Kepala BNPB tidak mendapatkan gambaran utuh mengenai kondisi lapangan dan terlalu mengandalkan informasi yang beredar di pusat kota.

“Jangan hanya menonton medsos atau mendengar laporan dari Banda Aceh saja. Coba turun ke Takengon kalau bisa sampai ke sana. Sudah enam hari Aceh Tengah terisolasi total. Jalan darat terputus, bantuan hanya bisa masuk lewat udara,” tuturnya.

Herman juga menantang Kepala BNPB untuk datang langsung ke daerah-daerah yang paling parah terdampak banjir dan longsor.

“Silakan datang ke Aceh Timur, Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Selatan. Lihat sendiri kondisi masyarakat di sana. Bisakah beliau mencapai lokasi itu lewat jalur darat? Sesampainya di sana, bisakah beliau berkomunikasi dengan keluarganya? Coba rasakan dulu baru berbicara,” kata Ketua Dewan Kesenian Banda Aceh tersebut.

Herman menegaskan bahwa situasi yang dihadapi masyarakat Aceh saat ini bukan kondisi normal dan tidak bisa direduksi hanya berdasarkan sudut pandang perkotaan.

Karena itu, ia mendesak Presiden Prabowo Subianto menetapkan status bencana nasional untuk Aceh tanpa menunggu penilaian Kepala BNPB yang dinilainya tidak mencerminkan kondisi riil di lapangan.

“Presiden harus segera menetapkan status bencana nasional. Masyarakat Aceh butuh negara hadir secara penuh, bukan komentar yang meremehkan penderitaan warga,” pungkas Herman.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI