Minggu, 26 Juli 2026
Beranda / Pemerintahan / Kak Na: Anak Aceh Harus Berani Lawan Bullying

Kak Na: Anak Aceh Harus Berani Lawan Bullying

Sabtu, 25 Juli 2026 11:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Ketua TP PKK Aceh Marlina Muzakir atau Kak Na berdialog dengan Forum Aneuk Tanoh Rencong di Meuligoe Gubernur Aceh, Banda Aceh, Jumat (24/7/2026) malam. Foto: Humas Prov Aceh


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Ketua TP PKK Aceh, Marlina Muzakir, mengajak anak-anak di Aceh untuk berani melawan segala bentuk perundungan atau bullying dan kekerasan yang terjadi di lingkungan sekitar.

Ajakan tersebut disampaikan Marlina, yang akrab disapa Kak Na, saat berdialog bersama Forum Aneuk Tanoh Rencong di Meuligoe Gubernur Aceh, Banda Aceh, Jumat (24/7/2026) malam.

“Ananda semua harus berani melawan segala bentuk kekerasan terhadap anak yang terjadi di lingkungan ananda. Jika menemukan kasus kekerasan, bullying dan jenis kejahatan anak lainnya, ananda bisa melaporkan kepada aparat berwajib,” kata Kak Na.



Menurutnya, anak-anak juga dapat memanfaatkan media sosial untuk menyuarakan maupun melaporkan kasus perundungan yang mereka alami atau temukan.

“Ananda juga bisa melawan bentuk perundungan tersebut melalui media sosial. Bisa juga mengirim direct message ke Bunda agar Bunda bisa berkoordinasi dengan pihak terkait di daerah ananda,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Kak Na turut menyinggung kasus kekerasan terhadap anak yang beberapa waktu lalu terjadi di Kabupaten Aceh Timur. Ia menyayangkan tindakan kekerasan yang dilakukan terhadap seorang anak yang disebut kedapatan mengambil uang Rp10 ribu.

“Apa yang ananda tersebut lakukan memang sebuah kesalahan. Namun menghukum seorang bocah yang kedapatan mengambil uang hanya sebesar Rp10 ribu dengan demikian brutal tentu merupakan sebuah kesalahan besar,” katanya.

Kak Na mengingatkan para orang tua agar terus memberikan pendidikan kepada anak tentang pentingnya kejujuran, tanggung jawab, serta tidak mengambil sesuatu yang bukan menjadi haknya.

Di sisi lain, masyarakat juga diminta lebih bijak dalam menghadapi berbagai bentuk kenakalan anak dan remaja.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih bijak dalam bereaksi pada kasus-kasus kenakalan anak dan remaja. Anak Aceh adalah anak kita semua,” ujarnya.

Menurut Kak Na, ketika seorang anak melakukan kesalahan, masyarakat seharusnya terlebih dahulu mencari tahu penyebab yang melatarbelakangi perbuatannya dan menyelesaikan persoalan dengan pendekatan yang manusiawi.

“Tanyakan kenapa dia mengambil uang tersebut. Bisa jadi ia lapar atau ada kebutuhan mendesak yang belum mampu dijangkau nalar seorang anak dan dirinya terpaksa mengambil langkah pintas,” katanya.

Karena itu, ia mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap kondisi sosial di lingkungan masing-masing serta lebih sabar dalam menghadapi kenakalan anak dan remaja.

“Nalar anak tentu belum mampu menjangkau baik buruk suatu perbuatan negatif serta sebab akibat yang timbul dari sebuah kesalahan yang mereka lakukan,” ucapnya.

Kak Na menekankan bahwa pendidikan dan perlindungan terhadap anak harus menjadi kesadaran bersama karena anak-anak merupakan generasi penerus Aceh.

“Jadi, mari kita jadikan pendidikan anak sebagai sebuah kesadaran kolektif, kesadaran bersama karena merekalah generasi penerus Aceh,” katanya.

Menjelang puncak peringatan Hari Anak Nasional 2026, Kak Na turut menyampaikan pesan kepada seluruh anak di Aceh agar terus tumbuh menjadi generasi yang sehat, kuat dan berdaya saing.

“Selamat memperingati Hari Anak Nasional tahun 2026 buat ananda semua, buat seluruh anak-anak Aceh. Teruslah menjadi pribadi yang saleh, sehat, kuat dan berdaya saing. Sampai jumpa besok pada puncak Peringatan Hari Anak Nasional di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya,” pungkasnya.

Dialog tersebut turut dihadiri Asisten Administrasi Umum Sekda Aceh A. Murthala serta Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Aceh, Ceh Meutia Juliana. []

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI