Senin, 18 Mei 2026
Beranda / Pemerintahan / Mualem dan Fadhlullah Tak di Banda Aceh saat Lebaran, Ini Alasannya

Mualem dan Fadhlullah Tak di Banda Aceh saat Lebaran, Ini Alasannya

Sabtu, 21 Maret 2026 10:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Redaksi

Gubernur Aceh Muzakir Manaf dan wakil gubernur Aceh Fadhullah bersama Presiden Prabowo Subianto di Kabupaten Aceh Tamiang. Foto: Kolase Dialeksis


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Gubernur Aceh Muzakir Manaf dan wakil gubernur Aceh Fadhullah terpantau tidak berada di Banda Aceh pada pagi Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Sabtu, 21 Maret 2026. Ia diketahui berada di Kabupaten Aceh Tamiang untuk mendampingi Presiden Prabowo Subianto melaksanakan Salat Id sekaligus meninjau kawasan terdampak bencana hidrometeorologi.

Informasi tersebut diperoleh dari pantauan sejumlah media, termasuk laporan redaksi Dialeksis yang menyebutkan Presiden Prabowo melaksanakan Salat Id di Masjid Darussalam, Aceh Tamiang, bersama masyarakat setempat. Dalam laporan itu, Gubernur Aceh bersama wakil gubernur disebut hadir mendampingi Presiden bersama sejumlah pejabat pusat.

Media nasional juga menguatkan informasi tersebut. Detikcom melaporkan Presiden Prabowo tiba di Aceh Tamiang pada pukul 06.45 WIB setelah berangkat dari Medan. Setibanya di lokasi, Presiden langsung menuju Masjid Darussalam untuk melaksanakan Salat Id bersama warga.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan agenda Salat Id di Aceh Tamiang bukan semata kegiatan seremonial, melainkan juga bagian dari peninjauan langsung terhadap proses pemulihan daerah yang terdampak bencana. “Salat Id di sana sekaligus mengecek progres pemulihan,” ujar Teddy seperti dikutip Detik.

Siaran yang bersumber dari Sekretariat Presiden juga menunjukkan bahwa pelaksanaan Salat Id di Masjid Darussalam diikuti sekitar 1.300 jamaah, termasuk warga yang tinggal di hunian sementara (huntara). Salat Id dimulai sekitar pukul 07.30 WIB setelah Presiden tiba di lokasi sekitar pukul 07.20 WIB.

Kehadiran Presiden di Aceh Tamiang terjadi dalam konteks pemulihan pascabencana besar yang melanda wilayah tersebut pada akhir 2025. Data Posko Komando Pemerintah Aceh mencatat banjir melanda seluruh 12 kecamatan di Aceh Tamiang, menyebabkan 57 orang meninggal dunia, 23 orang hilang, serta lebih dari 262 ribu warga mengungsi.

Selain korban jiwa, bencana tersebut juga mengakibatkan kerusakan infrastruktur yang signifikan. Sebanyak 2.262 unit rumah dilaporkan rusak, termasuk ratusan rumah dengan kategori rusak berat, serta puluhan fasilitas pendidikan dan kesehatan terdampak.

Dalam fase pemulihan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan pembangunan hunian sementara bagi warga terdampak terus berlangsung. Hingga awal Maret 2026, tercatat 1.771 unit huntara telah dibangun di 25 titik dan telah dihuni oleh lebih dari 1.300 kepala keluarga.

Kunjungan Presiden ke Aceh Tamiang pada hari raya juga dinilai sebagai bentuk perhatian langsung pemerintah pusat terhadap percepatan pemulihan wilayah bencana. Apalagi, sebelumnya pemerintah pusat juga menyalurkan bantuan sosial dalam bentuk sapi meugang senilai Rp72,7 miliar untuk masyarakat Aceh menjelang Idulfitri.

Gubernur Aceh Muzakir Manaf bersama Wakil Gubernur Fadhlullah sebelumnya menyampaikan apresiasi atas bantuan tersebut dan berharap Presiden dapat merayakan Idulfitri bersama masyarakat Aceh.

Harapan tersebut terealisasi dengan kehadiran Presiden di Aceh Tamiang pada hari H Idulfitri. Selain melaksanakan Salat Id, Presiden juga memanfaatkan momentum tersebut untuk melihat langsung kondisi masyarakat yang masih berada di kawasan pemulihan.

Namun demikian, keberadaan Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah pada pagi Idulfitri belum dapat dipastikan berada di lokasi yang sama. Sejumlah laporan media yang mendokumentasikan kehadiran Presiden dan rombongan di Aceh Tamiang tidak secara konsisten menyebut kehadiran Wakil Gubernur dalam kegiatan tersebut.

Belum ditemukan pula rilis resmi Pemerintah Aceh yang menjelaskan secara rinci posisi atau agenda Wakil Gubernur pada pagi hari raya tersebut. Dengan demikian, informasi mengenai keberadaan Fadhlullah bersama Presiden di Aceh Tamiang masih belum terverifikasi.

Dalam catatan sebelumnya, Wakil Gubernur Aceh diketahui aktif terlibat langsung dalam penanganan bencana di Aceh Tamiang. Pada fase tanggap darurat Desember 2025, ia bahkan turun langsung mengawal distribusi bantuan dan memastikan kebutuhan pengungsi terpenuhi di lapangan.

Kehadiran kepala daerah di lokasi bencana pada momentum Idulfitri menjadi perhatian publik karena berbeda dengan tradisi sebelumnya yang umumnya terpusat di ibu kota provinsi. Namun, dalam konteks Aceh tahun ini, pergeseran lokasi tersebut dinilai relevan dengan kondisi daerah yang masih dalam tahap pemulihan.

Sementara itu, setelah melaksanakan Salat Id di Aceh Tamiang, Presiden Prabowo dijadwalkan kembali ke Jakarta untuk melaksanakan agenda open house di Istana Kepresidenan. Agenda tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Idulfitri Presiden yang pada tahun ini terbagi antara Sumatera dan Jakarta.

Kunjungan Presiden ke daerah bencana pada hari raya juga memperlihatkan pendekatan simbolik sekaligus substantif dalam penanganan pascabencana. Selain menunjukkan empati kepada masyarakat terdampak, kehadiran langsung di lapangan juga memberi sinyal percepatan pemulihan yang menjadi prioritas pemerintah.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI