Senin, 18 Mei 2026
Beranda / Pemerintahan / Mudik Membludak! ASDP Terapkan Layanan 24 Jam di Indonesia Timur

Mudik Membludak! ASDP Terapkan Layanan 24 Jam di Indonesia Timur

Jum`at, 27 Maret 2026 12:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Indri

Lonjakan mobilitas masyarakat selama arus mudik dan balik Lebaran di kawasan Indonesia Timur mendorong PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) melakukan berbagai penyesuaian layanan. [Foto: dok. ASDP]


DIALEKSIS.COM | Jakarta - Lonjakan mobilitas masyarakat selama arus mudik dan balik Lebaran di kawasan Indonesia Timur mendorong PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) melakukan berbagai penyesuaian layanan. 

Tak sekadar menjaga operasional, ASDP memperkuat kapasitas dan fleksibilitas layanan untuk mengantisipasi tingginya pergerakan penumpang dan kendaraan.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyebut wilayah timur menjadi salah satu titik krusial dalam konektivitas nasional, terutama saat periode Lebaran. Karena itu, strategi yang diterapkan tidak hanya berfokus pada penambahan kapasitas, tetapi juga memastikan layanan tetap adaptif terhadap kondisi di lapangan.

Salah satu langkah utama yang diterapkan adalah operasional pelabuhan selama 24 jam di sejumlah lintasan padat. Kebijakan ini dinilai efektif dalam mengurai antrean serta memberikan keleluasaan waktu bagi masyarakat yang hendak menyeberang.

Di lintasan Hunimua-Waipirit, layanan penuh diterapkan pada pertengahan Maret serta saat arus balik akhir bulan. Selama periode H-10 hingga H+2 Lebaran, tercatat lebih dari 100 ribu penumpang dan sekitar 25 ribu kendaraan telah dilayani. Operasional di lintasan ini didukung armada seperti KMP Terubuk dan KMP Rokatenda.

Sementara itu, di lintasan Tampo-Torobulu, layanan juga diperkuat dengan pola serupa. Ribuan penumpang dan kendaraan tercatat melintas dengan dukungan sejumlah kapal, termasuk KMP Nuku dan KMP Teluk Cendrawasih II. Untuk mengantisipasi lonjakan arus balik, ASDP turut mengalihkan satu kapal dari lintasan perintis ke lintasan komersial guna menambah kapasitas angkut.

Penyesuaian juga dilakukan di wilayah Maluku Utara. Di lintasan Bastiong-Rum, frekuensi perjalanan ditingkatkan menjadi empat trip per hari. Sedangkan di lintasan Bastiong-Sofifi, peningkatan layanan mencapai sekitar 60 persen dibanding hari biasa.

Langkah-langkah tersebut dilakukan untuk memastikan arus penyeberangan tetap lancar di tengah tingginya mobilitas. Selain itu, kebijakan ini juga berperan penting dalam menjaga distribusi logistik dan aktivitas ekonomi antarwilayah selama libur panjang.

ASDP menegaskan, penguatan layanan ini menjadi bagian dari upaya menjaga konektivitas nasional, sekaligus memastikan masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan lebih aman, nyaman, dan terjadwal. [in]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI