Rabu, 03 Juni 2026
Beranda / Pemerintahan / Pelayanan Kesehatan Meningkat, RSUD Cut Nyak Dhien Resmikan Gedung dan Fasilitas Baru

Pelayanan Kesehatan Meningkat, RSUD Cut Nyak Dhien Resmikan Gedung dan Fasilitas Baru

Selasa, 02 Juni 2026 20:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Bupati Aceh Barat Tarmizi, SP, MM bersama Wakil Bupati Said Fadheil, SH meresmikan sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan baru di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Nyak Dhien Meulaboh, Selasa (2/6/2026). [Foto: Prokopim Abar]


DIALEKSIS.COM | Meulaboh - Bupati Aceh Barat Tarmizi, SP, MM bersama Wakil Bupati Said Fadheil, SH meresmikan sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan baru di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Nyak Dhien Meulaboh, Selasa (2/6/2026).

Peresmian yang berlangsung di halaman RSUD Cut Nyak Dhien tersebut meliputi penggunaan gedung baru dan Kamar Rawat Inap Standar (KRIS), penambahan alat Hemodialisa (HD), alat bantu CT Scan dan Mammography, mesin generator oksigen sentral, serta launching pemberlakuan jam besuk bagi pasien.

Bupati Tarmizi mengatakan bahwa salah satu tantangan terbesar yang dihadapi sektor kesehatan saat ini adalah keterbatasan ruang rawat inap. Tingginya jumlah pasien yang berobat ke RSUD Cut Nyak Dhien tidak hanya berasal dari Aceh Barat, tetapi juga dari Kabupaten Nagan Raya dan Aceh Jaya.

“Kekurangan kamar rawat inap menjadi tantangan yang harus segera kita jawab. Karena itu, hari ini kita meresmikan berbagai fasilitas pelayanan kesehatan untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas layanan kepada masyarakat,” ujar Tarmizi. Ia menjelaskan, penambahan ruang dan tempat tidur pasien juga berdampak positif terhadap kebutuhan tenaga kesehatan.

Dengan bertambahnya fasilitas pelayanan, sejumlah tenaga PPPK yang sebelumnya direncanakan untuk diberhentikan kini tetap dapat dipertahankan untuk mendukung operasional rumah sakit. Selain itu, RSUD Cut Nyak Dhien kini memiliki fasilitas toilet berstandar modern yang dirancang menyerupai fasilitas di bandara internasional, sehingga memberikan kenyamanan lebih bagi pasien dan keluarga yang berkunjung.

Kemajuan lainnya adalah kemampuan rumah sakit memproduksi gas medis secara mandiri melalui generator oksigen sentral. Dengan sistem ini, distribusi oksigen tidak lagi menggunakan tabung yang harus didorong ke setiap ruangan, melainkan langsung disalurkan melalui jaringan pipa ke ruang perawatan pasien. Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menjelaskan pentingnya penerapan jam besuk bagi keluarga pasien. Menurutnya, pembatasan jam kunjungan bukan untuk membatasi silaturahmi, melainkan demi mendukung proses pemulihan pasien.

“Pasien membutuhkan waktu istirahat yang cukup. Karena itu kami berharap masyarakat dapat memahami kebijakan jam besuk ini sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan,” katanya. Disisi lain, Tarmizi menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Barat saat ini memfokuskan pembangunan pada dua sektor dasar, yaitu pendidikan dan kesehatan.

Di bidang pendidikan, pemerintah terus berupaya meningkatkan kapasitas guru agar mampu menghasilkan generasi yang lebih berkualitas dan memiliki daya saing global, termasuk penguasaan bahasa asing seperti Bahasa Jepang. 

Sementara di sektor kesehatan, ia menyoroti meningkatnya jumlah pasien yang datang berobat akibat pola konsumsi masyarakat yang kurang sehat. Kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi gula, tepung, santan, minyak goreng, serta penyedap makanan menjadi salah satu faktor meningkatnya berbagai penyakit tidak menular.

Kondisi tersebut, lanjutnya, diperparah oleh masih banyaknya masyarakat yang melakukan pengobatan sendiri tanpa konsultasi atau resep dokter. “Karena itu saya mengajak masyarakat untuk rutin memeriksakan kesehatan di puskesmas terdekat. Lebih baik mencegah daripada mengobati,” tegasnya.

Bupati Tarmizi juga mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat melalui aktivitas fisik seperti berolahraga, bersepeda, dan mengikuti kegiatan Car Free Day yang rutin digelar pemerintah daerah. Tarmizi berharap RSUD Cut Nyak Dhien terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dengan tata kelola yang sehat dan profesional. 

“Rumah sakit harus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan dikelola secara baik, termasuk menjaga agar tidak terbebani oleh hutang yang dapat mengganggu pelayanan kesehatan,” pungkasnya. [*]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI