DIALEKSIS.COM | Bireuen - Progres pembangunan jembatan Krueng Tingkeum, Kuta Blang, Bireuen mencapai 42 persen. Jembatan baru penghubung jalan lintas nasional Banda Aceh - Medan yang putus dihantam banjir bandang akhir November 2025. Jembatan baru itu ditargetkan rampung Juli 2026.
Sementara jembatan Teupin Mane di Kecamatan Juli progres pembangunan baru 17 persen. Jembatan Teupin Mane penghubung lintas Bireuen - Takengon. Jembatan Kuta Blang dan jembatan Teupin Mane sama-sama berada pada jalur sungai Krueng Peusangan yang hulunya di Kabupaten Aceh Tengah dan muaranya di Kuala Ceurape, dalam wilayah Kecamatan Jangka, Bireuen.
Jembatan baru atau duplikasi jembatan Kuta Blang dibangun di sisi utara jembatan lama yang saat ini dapat dilintasi kendaraan dengan tonase terbatas. Sama halnya duplikasi jembatan Teupin Mane dibangun di samping jembatan lama yang juga dapat dilintasi kendaraan dengan tonase terbatas.
Data persentase progres pembangunan dua jembatan tersebut hasil kunjungan lapangan Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST, pada Rabu 29 April 2026 yang meninjau kemajuan pembangunan empat proyek infrastruktur vital yang didanai Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Kunjungan ini bertujuan memastikan percepatan pembangunan pascabencana banjir November 2025 lalu.
Mukhlis menegaskan jembatan Krueng Tingkeum dan Teupin Mane merupakan urat nadi transportasi dan ekonomi masyarakat yang harus segera dapat difungsikan.
"Kami meminta tim pelaksana bekerja ekstra tanpa mengesampingkan kualitas. Akses masyarakat harus kembali normal secepat mungkin agar mobilitas ekonomi tidak terhambat," ujar Mukhlis.
Disampaikan, berdasarkan laporan dari PPM PT Adhi Karya (Persero) Tbk, progres jembatan Krueng Tingkeum telah mencapai 42% dengan target rampung Juli 2026. Sementara jembatan Teupin Mane yang dikerjakan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk berada pada angka 17% dengan target fungsional Agustus 2026.
Bupati Bireuen juga mengimbau pengendara agar mematuhi batasan tonase maksimal 30 ton pada jembatan bailey Kuta Blang dan Teupin Mane yang saat ini digunakan sebagai jalur lintasan berbagai jenis kendaraan.
Pada kunjungan tersebut Mukhlis didampingi Ketua DPRK Bireuen Juniadi, SH, Sekretaris Daerah Ismunandar, ST., MT., Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Bireuen Mawardi, Kepala Dinas PUPR Fadli Amir, serta jajaran Bagian Administrasi Pembangunan Setdakab Bireuen.
Adapun empat titik fokus peninjauan yakni proyek jembatan duplikasi Krueng Tingkeum di Kecamatan Kuta Blang, jembatan duplikasi Teupin Mane di Kecamatan Juli, Sekolah Rakyat (SR) di Gampong Beunyot, Kecamatan Juli dan tanggul bendung Irigasi Pante Lhong di Kecamatan Juli.
Saat meninjau lokasi Sekolah Rakyat (SR) di Gampong Beunyot, Mukhlis mengapresiasi progres pekerjaan yang telah mencapai 48%. Proyek senilai Rp250 miliar ini ditargetkan selesai lebih awal pada 20 Juni 2026 sesuai instruksi Presiden RI.
"Sekolah ini merupakan dambaan masyarakat Aceh, di mana hanya lima kabupaten/kota yang mendapatkannya. Kami optimis dengan rencana penambahan tenaga kerja oleh PT PP, target ini dapat tercapai sesuai jadwal," tambahnya.
Menutup rangkaian kunjungan, Bupati Bireuen meninjau pembangunan tanggul darurat di Bendung Irigasi Pante Lhong. Tanggul sepanjang 142 meter ini dibangun untuk mengalihkan air sungai agar kembali masuk ke pintu intake irigasi demi kebutuhan sawah masyarakat.
"Saat ini pengerjaan menyisakan 10 meter lagi. Insya Allah dalam satu minggu ke depan air sudah bisa masuk kembali ke irigasi untuk mengairi sawah petani," jelas Bupati.
Pemerintah Kabupaten Bireuen berkomitmen untuk terus mengawal dan melakukan pengawasan berkala agar seluruh proyek strategis ini selesai tepat waktu demi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bireuen. [mrd]