DIALEKSIS.COM | Aceh - Pemerintah Aceh menegaskan langkah koordinasi dan pemantauan intensif terkait keberadaan Warga Negara Indonesia (WNI) di Iran dan kawasan Timur Tengah menyusul eskalasi situasi keamanan di wilayah tersebut.
Menurut Muhammad MTA, juru bicara Pemerintah Aceh, data resmi yang disampaikan oleh pihak Kementerian Luar Negeri belum merinci klasifikasi WNI menurut asal daerah, termasuk asal dari Aceh. Namun, Kementerian Luar Negeri telah memublikasikan jumlah sementara WNI yang berada di Iran, yakni sekitar 329 orang, yang mayoritas berstatus mahasiswa dan pelajar dan bermukim di kawasan kota suci serta ibukota. Muhammad MTA mengatakan:
"Sampai saat ini Kementerian Luar Negeri belum menyampaikan klasifikasi WNI menurut asal daerah masing-masing, termasuk Aceh. Yang jelas, informasi sementara menyebut sekitar 329 WNI berada di Iran didominasi mahasiswa dan pelajar yang tinggal di Kota Qom dan Tehran."
Dalam penjelasan yang diberikan, Muhammad menyebut bahwa sejak Jumat (6/3) upaya evakuasi mulai dijalankan oleh Kementerian Luar Negeri. Tahap pertama evakuasi dilaporkan mengangkut 32 orang melalui jalur ke Azerbaijan, dan proses evakuasi selanjutnya masih berlangsung mengikuti perkembangan kondisi keamanan setempat. Kementerian Luar Negeri RI telah mengumumkan langkah tersebut kepada publik.
Lebih jauh, Pemerintah Aceh juga menyatakan kondisi WNI di negara-negara Timur Tengah lainnya relatif cenderung aman. Namun, otoritas setempat dipastikan telah mengeluarkan maklumat keselamatan yang mengimbau warga, termasuk warga asing, untuk tetap berada di dalam rumah kecuali ada kepentingan mendesak demi pertimbangan keamanan. Di Iran, mayoritas WNI dilaporkan berada di kawasan sekitar Qom dan Tehran.
Pemerintah Aceh, melalui badan penghubungnya yang menempatkan perwakilan di ibu kota, terus menjaga komunikasi intens dengan kementerian terkait.
"Saat ini Pemerintah Aceh melalui BPPA di Jakarta terus melakukan koordinasi dengan pihak Kementerian Luar Negeri terkait perkembangan ini," ujar Muhammad, merujuk pada upaya koordinasi yang sedang berjalan. BPPA Pemerintah Aceh dan perwakilan pusat dilaporkan aktif memantau situasi dari ibukota. Jakarta
Di akhir pernyataannya, Muhammad menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk menginformasikan perkembangan terbaru kepada publik dan media secepat mungkin.
"Nantinya jika ada informasi terbaru terkait hal ini akan segera kami sampaikan kepada teman-teman media," kata Muhammad.