Selasa, 19 Mei 2026
Beranda / Pemerintahan / Perkuat Sekolah Rakyat, Perpusnas Sediakan Ribuan Buku dan Anjungan Baca Digital

Perkuat Sekolah Rakyat, Perpusnas Sediakan Ribuan Buku dan Anjungan Baca Digital

Selasa, 13 Januari 2026 16:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Selain buku cetak, Perpusnas juga menghadirkan Anjungan Baca Digital (ABD)di sekolah rakyat  yang menyediakan ratusan koleksi buku digital. Fasilitas ini memungkinkan siswa mengakses sumber belajar tambahan secara mandiri dan interaktif. [Foto: Humas Perpusnas]


DIALEKSIS.COM | Banjarbaru - Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) menegaskan komitmennya memperkuat program Sekolah Rakyat sebagai upaya strategis negara meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memutus rantai kemiskinan.

Kepala Perpusnas menyatakan, perpustakaan tidak lagi diposisikan hanya sebagai pelengkap sekolah, melainkan sebagai pusat sumber belajar yang berperan penting dalam membangun literasi peserta didik sejak dini.

Sekolah Rakyat adalah ruang pembelajaran terbuka. Perpusnas ingin hadir sebagai bagian dari ikhtiar besar ini agar anak-anak memiliki akses pengetahuan yang setara,” ujarnya usai menghadiri peresmian Sekolah Rakyat Terpadu 9 Banjarbaru, Senin (12/1/2026).

Ia menjelaskan, keterlibatan Perpusnas sudah dimulai sejak Kementerian Sosial merancang pembangunan Sekolah Rakyat di 166 wilayah. Perpusnas dilibatkan untuk merumuskan fasilitas literasi yang dibutuhkan agar proses belajar mengajar berjalan optimal.

Sebagai bentuk dukungan konkret, sepanjang 2025 Perpusnas telah memperkuat perpustakaan di 150 lokasi Sekolah Rakyat dengan ribuan koleksi buku bermutu. Untuk jenjang sekolah dasar dan menengah pertama masing-masing disalurkan 1.500 buku, sementara jenjang sekolah menengah atas menerima 1.000 buku.

“Jika sekolah satu atap, misalnya SD dan SMP, maka tersedia sekitar 3.000 buku sekaligus. Ini kami siapkan agar anak-anak punya pilihan bacaan yang sesuai usia dan minat mereka,” kata dia.

Selain buku cetak, Perpusnas juga menghadirkan Anjungan Baca Digital (ABD) yang menyediakan ratusan koleksi buku digital. Fasilitas ini memungkinkan siswa mengakses sumber belajar tambahan secara mandiri dan interaktif.

Menurutnya, pendekatan literasi digital menjadi penting untuk menciptakan proses belajar yang lebih menyenangkan dan relevan dengan perkembangan zaman.

Ia menambahkan, Presiden menaruh perhatian besar terhadap Sekolah Rakyat sebagai program lintas kementerian dan lembaga. Sekolah ini dirancang untuk membuka akses pendidikan seluas-luasnya bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

“Ini kerja bersama. Negara hadir memastikan tidak ada anak yang tertinggal hanya karena keterbatasan ekonomi,” ujarnya.

Kepala Perpusnas juga menyinggung kunjungan Presiden ke salah satu perpustakaan Sekolah Rakyat, di mana Presiden melihat langsung pemanfaatan ABD, termasuk akses terhadap karya digital guru dan siswa.

Sementara itu, Pustakawan Perpustakaan Sekolah Rakyat Terpadu 9 Banjarbaru, Normina, menyebut perpustakaan yang dikelolanya bernama Sabumi, yang dalam bahasa Banjar bermakna gotong royong.

“Sabumi adalah singkatan dari Semua Akses Bacaan Unggul Menggapai Ilmu. Kami ingin perpustakaan ini menjadi ruang bersama untuk menumbuhkan budaya baca,” ujarnya.

Sabumi memiliki dua program utama, yakni Pustakawan Cilik dan Duta Perpustakaan, yang bertujuan mendorong siswa aktif mengajak teman-temannya membaca dan berdiskusi buku.

Salah satu Duta Perpustakaan, Revinza Nur Amalia, mengaku terbantu dengan adanya dukungan buku dari Perpusnas.

“Banyak teman-teman di sini suka membaca. Semoga koleksi bukunya terus bertambah,” ujarnya. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI