DIALEKSIS.COM | Suka Makmue - Satu tahun kepemimpinan pasangan Bupati Nagan Raya Dr. Teuku Raja Keumangan, S.H., M.H., bersama Wakil Bupati Raja Sayang (TRK-SAYANG) menunjukkan capaian signifikan dalam berbagai sektor pembangunan.
Tidak hanya fokus pada penataan pemerintahan dan pembangunan infrastruktur, pemerintah daerah juga berhasil menuntaskan beban keuangan masa lalu sekaligus meningkatkan kinerja pendapatan daerah secara drastis.
Salah satu capaian paling menonjol, yaitu keberhasilan Pemerintah Kabupaten Nagan Raya menuntaskan kewajiban utang daerah sebesar Rp36,6 miliar yang merupakan beban dari pemerintahan sebelumnya. Penyelesaian utang ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat fondasi fiskal daerah agar lebih sehat dan berkelanjutan.
Dengan tuntasnya kewajiban tersebut, ruang fiskal pemerintah daerah menjadi lebih longgar untuk mendorong program pembangunan yang lebih produktif dan berdampak langsung kepada masyarakat.
Selain itu, kinerja keuangan daerah juga menunjukkan tren positif. Pada tahun 2025, Pemkab Nagan Raya berhasil membukukan Pendapatan Asli Daerah (PAD) murni sebesar Rp52,13 miliar, meningkat tajam 99,14 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp26,18 miliar.
Secara keseluruhan, total PAD Nagan Raya juga mengalami kenaikan signifikan, dari Rp99,76 miliar menjadi Rp127,49 miliar. Lonjakan ini mencerminkan meningkatnya efektivitas pengelolaan potensi daerah serta optimalisasi sumber-sumber pendapatan.
Sejak awal masa kepemimpinan, TRK-SAYANG memprioritaskan konsolidasi internal dan penataan birokrasi. Penguatan koordinasi dilakukan dengan melibatkan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta berbagai pemangku kepentingan.
Pemerintah daerah juga mengedepankan kebijakan berbasis data melalui pemetaan menyeluruh terhadap kondisi keuangan, aset daerah, hingga kapasitas aparatur. Langkah ini menjadi dasar penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten yang lebih terarah dan akuntabel.
Di sektor kesehatan, penataan rumah sakit daerah dan peningkatan fasilitas layanan terus dilakukan. Sementara di sektor pendidikan, pembangunan Sekolah Rakyat dengan dukungan anggaran besar dari pemerintah pusat mulai direalisasikan, menjadi satu-satunya di wilayah Barat Selatan Aceh.
Pemerintah juga memberikan bantuan pendidikan bagi mahasiswa kurang mampu sebagai bagian dari investasi jangka panjang pada sumber daya manusia.
Untuk menjaga daya beli masyarakat, pemerintah melaksanakan operasi pasar murah dan Gerakan Pangan Murah di 10 kecamatan. Di sisi lain, penguatan ekonomi desa dilakukan melalui pembentukan 71 Koperasi Merah Putih yang tersebar di berbagai wilayah.
Di sektor pertanian, harga komoditas seperti kelapa sawit dan gabah mengalami peningkatan signifikan, memberikan dampak positif bagi pendapatan petani.
Pemerintah daerah juga mendorong pembangunan infrastruktur, termasuk penyelesaian Jembatan Blang Banyang - Kandeh - Kila yang membuka akses konektivitas baru. Perbaikan jalan antar kecamatan dan gampong turut memperlancar distribusi ekonomi masyarakat.
Selain itu, pembangunan 9 unit sumur bor dengan 1.400 sambungan rumah serta pembangunan 200 unit rumah layak huni menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Di bidang sosial, bantuan diberikan kepada ribuan masyarakat rentan, termasuk anak yatim dan penyandang disabilitas. Program bantuan juga disalurkan melalui Baitul Mal kepada masyarakat fakir miskin.
Pemerintah turut memperkuat identitas religius daerah melalui pembinaan dayah, distribusi kitab keagamaan, serta penguatan tradisi lokal seperti kenduri dan zikir.
Ujian kepemimpinan juga terlihat saat banjir besar melanda Nagan Raya di akhir 2025. Pemerintah daerah bergerak cepat melakukan penanganan darurat, termasuk pembangunan jembatan sementara dan koordinasi dengan pemerintah pusat untuk percepatan rehabilitasi.
Sepanjang satu tahun, Pemkab Nagan Raya juga meraih berbagai penghargaan, mulai dari tingkat nasional hingga provinsi, seperti predikat Kabupaten Layak Anak (KLA), Universal Health Coverage (UHC), hingga opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK.
Dengan berbagai capaian tersebut, satu tahun kepemimpinan TRK-SAYANG menunjukkan arah pembangunan yang semakin terukur. Penuntasan utang daerah dan lonjakan PAD menjadi indikator kuat bahwa Nagan Raya sedang bergerak menuju kemandirian fiskal.
Ke depan, pemerintah daerah menargetkan pembangunan berkelanjutan yang tidak hanya bertumpu pada infrastruktur, tetapi juga pada penguatan ekonomi masyarakat, kualitas sumber daya manusia, serta identitas religius dan budaya daerah. [red]