Senin, 18 Mei 2026
Beranda / Pemerintahan / Soal JKA, Mualem Ajak Masyarakat Aceh Tenang dan Tak Terpancing Medsos

Soal JKA, Mualem Ajak Masyarakat Aceh Tenang dan Tak Terpancing Medsos

Jum`at, 24 April 2026 20:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Naufal Habibi

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem. [Foto: net]


DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, mengajak masyarakat untuk tetap tenang menyikapi polemik Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial.

Ia menegaskan, pemerintah tidak akan terpancing oleh dinamika opini publik yang berkembang luas di ruang digital.

Pernyataan itu disampaikan Mualem melalui unggahan di media sosial pribadinya yang kemudian dilansir Dialeksis.com, Jumat (24/4/2026) di sela agenda penerimaan kunjungan kerja Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, di Banda Aceh, Kamis (23/4/2026). Ia menilai, perbincangan mengenai JKA telah meluas dan menimbulkan berbagai respons di tengah masyarakat.

“Kita kemarin dengan Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) baru kita bilang, mereka ribut sedunia, bukan sekampung. Begitulah imbasnya kepada kita semua,” ujar Mualem.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah memilih untuk tidak merespons secara langsung berbagai perdebatan di media sosial. Menurutnya, menjaga stabilitas dan fokus pada keberlanjutan program jauh lebih penting.

“Di medsos di mana-mana, tapi kita anggap saja tidak usah dijawab. Kita diam saja,” lanjutnya.

Mualem menekankan, prioritas utama Pemerintah Aceh saat ini adalah memastikan keberlangsungan program JKA, terutama melalui pengelolaan anggaran yang tepat agar manfaatnya tetap dirasakan masyarakat di masa mendatang.

“Berapa yang kita selamatkan supaya di masa hadapan bisa kita selamatkan dari APBD JKA,” tegasnya.

Dalam pertemuan itu, Pemerintah Aceh dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menandatangani sejumlah kerja sama di berbagai sektor strategis, mulai dari industri dan perdagangan, penanaman modal, pengembangan sumber daya manusia, hingga ketahanan pangan.

Kerja sama tersebut diproyeksikan mendorong nilai transaksi hingga Rp1,065 triliun serta memperkuat sinergi antar daerah dalam pembangunan ekonomi. [nh]

Keyword:


Editor :
Indri

riset-JSI