Sabtu, 26 September 2026
Beranda / Politik dan Hukum / Dek Fadh Buka Diklat Laskar Gerindra Aceh, Tekankan Disiplin dan Kepedulian Sosial

Dek Fadh Buka Diklat Laskar Gerindra Aceh, Tekankan Disiplin dan Kepedulian Sosial

Jum`at, 25 September 2026 19:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau yang akrab disapa Dek Fadh membuka Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Laskar Gerindra Provinsi Aceh. Foto: Ist


DIALEKSIS.COM | Jantho - Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau yang akrab disapa Dek Fadh membuka Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Laskar Gerindra Provinsi Aceh di Lapangan Jantho Sport Center, Aceh Besar, Jumat (25/9/2026).

Dek Fadh yang juga menjabat Ketua DPD Partai Gerindra Aceh bertindak sebagai inspektur upacara dalam pembukaan kegiatan tersebut.

Sejumlah tokoh turut menghadiri kegiatan itu, di antaranya Anggota DPR RI Fraksi Gerindra TA Khalid, perwakilan DPP Gerindra Rizaldi, tokoh ulama Abi Daud, Kapolda Aceh, Plt Sekda Aceh, serta sejumlah bupati dan wali kota.



Dalam amanatnya, Dek Fadh mengatakan Diklat Laskar Gerindra tidak semata-mata ditujukan untuk meningkatkan kemampuan fisik dan kedisiplinan peserta. Kegiatan tersebut, kata dia, juga menjadi bagian dari proses pembinaan kader sekaligus penguatan organisasi.

Ia meminta seluruh peserta mengikuti setiap tahapan pendidikan dan latihan secara sungguh-sungguh, disiplin, dan penuh tanggung jawab.

Menurut Dek Fadh, anggota Laskar Gerindra harus mampu menjaga ketertiban, kekompakan, serta kehormatan organisasi. Dalam menjalankan tugas, kader juga diminta tetap mengedepankan sikap santun, menghormati masyarakat, dan mematuhi aturan yang berlaku.

“Semangat kebersamaan, gotong royong, disiplin, loyalitas terhadap organisasi, dan kepedulian sosial harus menjadi nilai yang terus ditanamkan dalam diri setiap kader,” ujar Dek Fadh.

Ia menekankan, kekuatan sebuah organisasi tidak cukup hanya dibangun melalui soliditas internal. Organisasi politik, menurutnya, juga harus memiliki kepekaan terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Karena itu, Dek Fadh mendorong kader Gerindra untuk hadir langsung di tengah masyarakat, mendengar aspirasi, memahami persoalan yang muncul, serta ikut mencari jalan keluar yang konkret.

“Karena itu, kader harus mampu hadir di tengah masyarakat, memahami persoalan yang mereka hadapi, menyerap aspirasi, dan ikut memberikan solusi secara nyata,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Dek Fadh juga mengajak kader memahami berbagai agenda pembangunan nasional, mulai dari swasembada pangan dan energi, program Makan Bergizi Gratis, penguatan sektor pendidikan dan kesehatan, hilirisasi sumber daya alam, pembangunan perumahan rakyat, penguatan ekonomi desa dan koperasi, hingga pembangunan infrastruktur.




Khusus untuk Aceh, ia berharap berbagai program pembangunan tersebut dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, Aceh memiliki potensi besar pada sektor pertanian, perkebunan, perikanan, energi, pariwisata, ekonomi syariah, serta sumber daya alam. Seluruh potensi tersebut perlu dikembangkan secara optimal agar mampu membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat hingga ke tingkat gampong.

Dek Fadh menambahkan, kekuatan organisasi pada akhirnya tidak hanya diukur dari banyaknya jumlah anggota. Kualitas sumber daya manusia, integritas, kekompakan, serta kemampuan kader menjalankan tanggung jawab merupakan bagian penting dalam membangun organisasi yang kuat dan dipercaya masyarakat. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI