DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Provinsi Aceh menggelar Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN se-Aceh secara serentak, Sabtu, di Kantor DPW PAN Aceh. Agenda ini menjadi bagian dari konsolidasi struktural partai dalam memperkuat mesin organisasi di tingkat kabupaten dan kota.
Ketua Harian DPW PAN Aceh, Razami Dek Cut, membuka kegiatan tersebut dengan memberikan arahan kepada seluruh peserta Musda. Ia menegaskan bahwa pelaksanaan Musda merupakan amanah Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai.
“Hari ini, saya selaku Ketua Harian DPW Partai Amanat Nasional Provinsi Aceh, memberikan arahan pada pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Amanat Nasional se-Aceh yang berlangsung secara serentak bertempat di kantor DPW PAN Aceh,” ujar Razami saat Musda berlangsung disimak Dialeksis.
Musda tersebut digelar dalam rangka memilih dan menetapkan Ketua, Sekretaris, dan Bendahara (KSB) pada tingkat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) kabupaten/kota. Struktur KSB ini menjadi tulang punggung organisasi partai dalam menjalankan fungsi politik dan pelayanan kepada masyarakat.
Pelaksanaan Musda dibuka secara daring oleh Ketua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan. Kehadiran Ketua Umum secara virtual menandai perhatian serius DPP terhadap proses konsolidasi partai di Aceh.
“Atas nama Dewan Pimpinan Wilayah, kami mengucapkan selamat kepada 19 DPD PAN yang telah ditetapkan sebagai KSB,” kata Razami.
Ia menekankan bahwa setelah penetapan KSB, langkah berikutnya yang harus segera dilakukan adalah membentuk kepengurusan lengkap di masing-masing daerah agar dapat segera dilantik. Menurut dia, percepatan pembentukan struktur menjadi kunci agar kerja-kerja politik partai dapat berjalan efektif.
“Kepada KSB yang telah ditetapkan, saya sampaikan agar segera membentuk kepengurusan sehingga dapat segera dilantik. Dengan begitu, kerja-kerja politik dalam rangka membantu rakyat dan memperjuangkan aspirasi masyarakat dapat lebih mudah dan cepat dilaksanakan,” ujarnya.
Razami juga menegaskan pentingnya penyusunan agenda kerja partai yang terintegrasi dengan program kerja Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan DPW. Sinkronisasi program, menurut dia, akan memperkuat arah gerak organisasi sekaligus memastikan seluruh struktur partai berjalan dalam satu garis kebijakan.
Dalam arahannya, Razami memberi perhatian khusus pada aspek rekonstruksi kepengurusan dan rekonsiliasi internal. Ia menyebut konsolidasi organisasi harus dilakukan secara menyeluruh, dengan melibatkan kombinasi unsur internal dan eksternal partai.
“Rekonstruksi pengurus dan rekonsiliasi internal menjadi titik tekan dalam arahan kami. Kepengurusan harus diisi oleh kombinasi unsur internal dan eksternal, sehingga proses konsolidasi partai dapat berjalan fokus dan menjadi langkah strategis dalam menyatukan visi, memperkuat struktur, dan meneguhkan komitmen kader,” katanya.
Menurut Razami, partai politik tidak hanya berfungsi sebagai kendaraan elektoral, tetapi juga sebagai instrumen perjuangan aspirasi masyarakat. Karena itu, struktur yang solid dan harmonis menjadi prasyarat utama untuk menjalankan fungsi tersebut.
Ia berharap, hasil Musda serentak ini menjadi momentum kebangkitan organisasi PAN di Aceh. Konsolidasi yang rapi di tingkat kabupaten/kota diharapkan mampu memperkuat basis dukungan sekaligus meningkatkan efektivitas kerja politik partai di tengah dinamika sosial dan ekonomi masyarakat.
“Selamat bekerja untuk rakyat,” ujar Razami menutup arahannya.
Musda serentak ini menjadi bagian dari agenda besar PAN dalam menata kembali struktur organisasi menjelang agenda politik ke depan. Dengan terbentuknya kepengurusan baru di 19 DPD, DPW PAN Aceh berharap roda organisasi dapat bergerak lebih cepat, solid, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Bagi PAN Aceh, konsolidasi bukan sekadar agenda internal, melainkan strategi jangka panjang untuk memastikan partai tetap relevan dan hadir dalam setiap denyut persoalan rakyat.