Selasa, 19 Mei 2026
Beranda / Gaya Hidup / Seni - Budaya / Khanduri Laot Bakongan Aceh Selatan, Dorong Perikanan dan Pelestarian Adat Laot

Khanduri Laot Bakongan Aceh Selatan, Dorong Perikanan dan Pelestarian Adat Laot

Sabtu, 02 Mei 2026 13:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Bupati Aceh Selatan, H. Mirwan MS, SE, M.Sos menegaskan pentingnya menjaga tradisi lokal sekaligus memperkuat sektor perikanan sebagai pilar utama perekonomian masyarakat pesisir. [Foto: Prokopim Asel]


DIALEKSIS.COM | Tapaktuan - Bupati Aceh Selatan, H. Mirwan MS, SE, M.Sos menegaskan pentingnya menjaga tradisi lokal sekaligus memperkuat sektor perikanan sebagai pilar utama perekonomian masyarakat pesisir. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan Khanduri Laot Lhok Bakongan, Kamis (30/4/2026).

Dalam sambutannya, Bupati Mirwan menyampaikan bahwa Khanduri Laot merupakan simbol kebersamaan masyarakat pesisir sekaligus wujud rasa syukur atas hasil laut yang melimpah. Tradisi ini juga dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga harmoni antara nelayan dan lingkungan.

“Tradisi Khanduri Laot tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai kebersamaan serta keseimbangan antara manusia dan alam,” ujar Bupati.

Lebih lanjut, Bupati mengungkapkan bahwa wilayah Bakongan merupakan salah satu kontributor terbesar dalam produksi perikanan di Kabupaten Aceh Selatan. Oleh karena itu, penguatan sektor ini menjadi perhatian utama pemerintah daerah.

Mirwan juga menekankan pentingnya peran hukum adat laot sebagai solusi dalam mengatur zonasi penangkapan ikan guna mencegah konflik antarnelayan. Selain itu, adat laot juga berfungsi sebagai mekanisme penyelesaian sengketa secara kekeluargaan.

Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan turut memberikan apresiasi kepada Panglima Laot di setiap wilayah yang telah berperan aktif dalam menjaga kearifan lokal serta stabilitas sosial di kalangan masyarakat nelayan.

Namun demikian, Bupati mengakui masih terdapat sejumlah tantangan di sektor perikanan, antara lain pendangkalan muara akibat sedimentasi, keterbatasan fasilitas tambatan dan docking kapal, serta belum tuntasnya pembebasan lahan untuk pembangunan pelabuhan perikanan.

“Permasalahan ini menjadi tanggung jawab bersama. Pemerintah daerah bersama instansi terkait akan terus berkomitmen menghadirkan solusi yang konkret dan komprehensif,” tegasnya.

Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan nelayan, Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan juga mendorong pengembangan Gampong Darul Ikhsan melalui Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Program ini diharapkan mampu menghadirkan pembangunan infrastruktur dan penataan kawasan pesisir secara terintegrasi.

“Kami berharap Gampong Darul Ikhsan dapat segera ditetapkan sebagai Kampung Nelayan Merah Putih oleh Pemerintah Pusat,” tambah Bupati.

Menutup sambutannya, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Khanduri Laot sebagai momentum memperkuat sinergi antara kearifan lokal dan pembangunan modern demi mewujudkan kesejahteraan nelayan serta kemajuan daerah.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Aceh Selatan juga menyerahkan santunan kepada anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial pemerintah kepada masyarakat. [*]

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI