DIALEKSIS.COM | Berlin - Seniman digital asal Amerika Serikat, Beeple, menghadirkan instalasi unik berupa robot anjing berkepala silikon hiper-realistis yang menyerupai tokoh-tokoh terkenal dunia dalam pameran di Neue Nationalgalerie, Berlin.
Robot-robot tersebut dimodelkan menyerupai figur seperti Elon Musk, Mark Zuckerberg, Jeff Bezos, serta seniman ternama Andy Warhol dan Pablo Picasso. Mereka tampak bergerak di dalam galeri sambil merekam lingkungan sekitar menggunakan kamera yang terpasang.
Setiap robot kemudian mencetak gambar dari hasil tangkapannya. Gambar tersebut telah diolah menggunakan kecerdasan buatan (AI) sehingga menampilkan gaya visual yang disesuaikan dengan karakter tokoh di kepalanya. Misalnya, robot dengan kepala Picasso menghasilkan gambar bergaya kubisme, sementara Warhol menampilkan estetika pop art.
Instalasi berjudul Regular Animals ini disebut sebagai bentuk kritik terhadap cara persepsi publik kini dibentuk oleh teknologi, khususnya algoritma digital.
“Di masa lalu, pandangan kita tentang dunia sebagian dibentuk oleh seniman,” kata Beeple, seperti dikutip dari Associated Press, Rabu (29/4/2026).
Ia mencontohkan bagaimana karya Pablo Picasso dan Andy Warhol memengaruhi cara masyarakat memahami realitas pada masanya.
Namun, menurut Beeple, kondisi tersebut kini berubah. Ia menilai pandangan publik semakin dipengaruhi oleh pemilik platform teknologi yang mengendalikan algoritma.
“Itu adalah kekuatan besar yang belum sepenuhnya kita pahami. Mereka tidak perlu melalui proses politik untuk melakukan perubahan, cukup dengan mengubah algoritma,” ujarnya.
Kurator pameran, Lisa Botti, mengatakan bahwa kecerdasan buatan menjadi salah satu fenomena paling berpengaruh saat ini. Museum, kata dia, menjadi ruang bagi masyarakat untuk merefleksikan dampak perkembangan tersebut.
Karya Regular Animals sebelumnya pernah dipamerkan dalam ajang Art Basel Miami Beach 2025.
Beeple sendiri dikenal sebagai salah satu seniman digital paling berpengaruh. Namanya mencuat setelah karya kolase digitalnya terjual lebih dari 69 juta dollar AS melalui Christie's pada 2021, menjadikannya salah satu seniman hidup dengan nilai karya tertinggi.
Selain itu, ia juga dikenal sebagai pelopor gerakan “everydays”, yakni membuat karya seni digital setiap hari dan mengunggahnya secara konsisten selama bertahun-tahun.
Instalasi ini tidak hanya menawarkan pengalaman visual, tetapi juga mengajak pengunjung mempertanyakan sejauh mana teknologi memengaruhi cara manusia melihat dan memahami dunia. [AP]