Rabu, 21 Oktober 2026
Beranda / Sosok Kita / Mengenal Asri, Calon Rektor Unimal: Dari Mikrohidro hingga Pendidikan Profesi Insinyur

Mengenal Asri, Calon Rektor Unimal: Dari Mikrohidro hingga Pendidikan Profesi Insinyur

Rabu, 21 Oktober 2026 08:30 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Arn

Dr. Ir. Asri, S.T., M.T., salah satu calon Rektor Unimal periode 2026-2030. [Foto: dok. Unimal]


DIALEKSIS.COM | Lhokseumawe - Senat Universitas Malikussaleh (Unimal) telah menetapkan tiga nama calon rektor periode 2026 - 2030. Penetapan berlangsung melalui rapat senat di Kampus Reuleut, Aceh Utara, Selasa, 13 Oktober 2026. Salah satu nama yang berhasil menembus tiga besar adalah Dr. Ir. Asri, S.T., M.T., akademisi Fakultas Teknik yang memiliki pengalaman panjang dalam penelitian, pengelolaan pendidikan tinggi, pengembangan energi mikrohidro, dan kerja sama dengan dunia industri.

Asri memperoleh sembilan suara dalam proses penyaringan calon rektor. Perolehan tersebut mengantarkannya melanjutkan tahapan pemilihan yang akan menentukan kepemimpinan Universitas Malikussaleh untuk empat tahun mendatang.

Di balik pencalonannya, Asri menyimpan perjalanan profesional yang menarik ditelusuri. Ia bukan sosok yang hanya berkutat dengan perkuliahan dan penelitian di laboratorium. Kariernya juga bersentuhan dengan pembangunan pembangkit listrik tenaga mikrohidro di sejumlah daerah, evaluasi program energi bersama Kementerian Koperasi dan GTZ, pengembangan kelembagaan pendidikan, pelayanan akademik, hingga pendidikan profesi yang mempertemukan perguruan tinggi dengan kebutuhan industri.

Asri juga telah menyelesaikan pendidikan doktoral di Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh, pada November 2024. Di lingkungan Unimal, ia dikenal sebagai salah satu penggerak yang mendorong masuknya Akademi Keperawatan (Akper) Pidie ke Unimal. Institusi pendidikan tersebut kini berada dalam lingkungan Fakultas Kedokteran Unimal.

Di bidang pendidikan profesi, Asri turut berperan dalam proses memperoleh izin pendirian Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) Unimal. Program tersebut kemudian berkembang hingga mengukuhkan lulusan angkatan pertamanya pada September 2026.

Hasil penelusuran digital redaksi Dialeksis terhadap dokumen akademik, arsip resmi Universitas Malikussaleh, publikasi ilmiah, serta dokumentasi kegiatan kelembagaan memperlihatkan perjalanan Asri yang dibangun melalui sejumlah tanggung jawab berbeda.

Jejak tersebut memberikan gambaran mengenai pengalaman dan kontribusi yang dibawanya dalam pencalonan sebagai orang nomor satu di Universitas Malikussaleh.


Dari Bireuen Menekuni Ilmu Kelistrikan

Asri lahir di Bireuen pada 20 Juni 1971. Ketertarikannya terhadap dunia teknik membawanya menempuh pendidikan sarjana Teknik Elektro di Universitas Malikussaleh, perguruan tinggi yang kemudian menjadi tempatnya mengembangkan karier akademik.

Ia melanjutkan pendidikan magister pada bidang Teknik Elektro di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, dan menyelesaikannya pada 2006. Dalam dokumen akademik Fakultas Teknik Unimal tahun 2019, Asri tercatat menulis tesis mengenai analisis stabilitas sistem kelistrikan akibat gangguan satu fasa ke tanah pada Gardu Induk Brandan.

Topik tersebut memperlihatkan kedekatannya dengan persoalan ketenagalistrikan, terutama menyangkut stabilitas jaringan, keandalan pasokan energi, dan perlindungan sistem kelistrikan dari gangguan teknis.

Perjalanan akademiknya berlanjut hingga jenjang doktoral. Asri menyelesaikan pendidikan S3 di Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, pada November 2024. Dengan capaian itu, perjalanan pendidikannya mencakup tiga jenjang pendidikan tinggi, dari sarjana di Unimal, magister di UGM, hingga doktoral di USK.

Keilmuan tersebut terus dikembangkannya melalui kegiatan penelitian dan pengajaran di Jurusan Teknik Elektro Universitas Malikussaleh.

Dokumen akademik yang ditelusuri Dialeksis juga mencatat Asri telah menyandang jabatan akademik Lektor Kepala. Dalam kegiatan pengajaran, salah satu mata kuliah yang diampunya berkaitan dengan pembangkit daya listrik.

Bagi Asri, persoalan energi bukan semata berkaitan dengan kapasitas pembangkitan. Keberlanjutan pasokan, efisiensi sistem, dan kemampuan teknologi menjawab kebutuhan masyarakat juga menjadi bagian dari bidang kajian yang ditekuninya.

Orientasi itu tidak hanya terlihat dalam kegiatan akademik. Pengalamannya juga meluas ke evaluasi program dan koordinasi pembangunan pembangkit energi skala kecil di berbagai daerah.


Menelusuri Jejak Mikrohidro di Berbagai Daerah

Salah satu bagian menarik dari perjalanan Asri adalah keterlibatannya dalam pembangunan dan evaluasi pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH). Pengalaman ini memperlihatkan bahwa aktivitasnya tidak hanya berlangsung di lingkungan perguruan tinggi, tetapi juga bersentuhan dengan pelaksanaan program pembangunan energi di lapangan.

Asri pernah dilibatkan Kementerian Koperasi melalui kerja sama dengan GTZ untuk mengevaluasi pembangunan pembangkit listrik tenaga mikrohidro di sejumlah lokasi. Wilayah yang disebut dalam pengalamannya antara lain Gampang di Pidie, Bungus, Humbang Hasundutan dan Parlilitan di Sumatera Utara, serta Solok Selatan di Sumatera Barat.

Keterlibatan tersebut memberinya pengalaman dalam mengevaluasi pembangunan pembangkit energi yang bergantung pada kondisi alam dan kebutuhan masyarakat setempat. Dalam proyek semacam ini, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, tetapi juga kesesuaian teknologi, ketersediaan sumber air, kemampuan operasional, dan keberlanjutan pemanfaatannya.

Pengalaman Asri dalam program energi berbasis masyarakat berlanjut pada 2011–2012. Pada periode tersebut, ia dipercaya menjadi koordinator pembangunan pembangkit listrik tenaga mikrohidro melalui program PNPM Lingkungan di Aceh Timur, Aceh Tengah, dan Aceh Selatan.

Penugasan itu berlangsung ketika ia tetap menjalankan kesibukannya sebagai dosen Teknik Elektro Unimal.

Keterlibatan dalam pembangunan PLTMH di beberapa kabupaten Aceh menunjukkan pertemuan antara kompetensi akademik dan pelaksanaan program di lapangan. Pengetahuan mengenai sistem kelistrikan dibutuhkan untuk memastikan pembangkit dirancang sesuai potensi sumber daya, sementara koordinasi pembangunan menuntut kemampuan menghubungkan kebutuhan teknis dengan kondisi masyarakat dan pelaksana program.

Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan profesional Asri. Ia tidak hanya mengembangkan pengetahuan melalui pengajaran dan penelitian, tetapi juga terlibat dalam pekerjaan yang berhubungan langsung dengan pemanfaatan teknologi energi di daerah.


Meneliti Energi Mikrohidro untuk Masyarakat

Selain pengalaman mengevaluasi dan mengoordinasikan pembangunan pembangkit, Asri juga tercatat terlibat dalam penelitian pembangkit listrik tenaga mikrohidro.

Dalam arsip penelitian yang ditelusuri Dialeksis, namanya tercatat pada kajian optimalisasi pembangkit listrik tenaga mikrohidro di Ise-Ise, Takengon, serta penelitian kapasitas pembangkit listrik tenaga mikrohidro di Alue Dua, Aceh Utara.

Penelitian di Alue Dua dipublikasikan dalam Jurnal Rekayasa Elektrika, Volume 11 Nomor 2, Oktober 2014. Kajian itu berangkat dari persoalan nyata di lapangan. Kapasitas pembangkit listrik tenaga mikrohidro sangat bergantung pada ketersediaan air. Ketika musim berubah, debit air ikut berfluktuasi dan memengaruhi kemampuan generator menghasilkan energi.

Dalam penelitian tersebut, Asri menguji pengaturan aliran air dan beban pembangkit agar kapasitas listrik dapat disesuaikan dengan kondisi sumber daya yang tersedia.

Hasilnya, kapasitas pembangkit dapat mencapai 40 kVA pada musim hujan ketika bukaan katup air berada pada posisi penuh. Pada musim kemarau, kapasitas yang diperoleh turun menjadi 12 kVA dengan pengaturan bukaan katup sebesar 30 persen.

Penelitian itu juga mencatat perbedaan debit air yang cukup tajam, yakni 117 liter per detik pada musim hujan dan sekitar 36 liter per detik pada musim kemarau.

Temuan tersebut memperlihatkan pentingnya penyesuaian teknologi terhadap kondisi alam untuk menjaga keberlangsungan pembangkitan energi.

Penelitian yang dipublikasikan Asri memberikan gambaran bagaimana pendekatan ilmu teknik dapat digunakan untuk menjawab persoalan kelistrikan di daerah. Pengalaman langsung dalam program mikrohidro melengkapi perspektif akademiknya, terutama mengenai tantangan yang muncul ketika teknologi diterapkan di lapangan.

Pengembangan energi skala kecil memang tidak serta-merta menyelesaikan persoalan pasokan listrik. Namun, kajian tersebut dapat menyediakan dasar teknis untuk perencanaan dan pengembangan pembangkit sesuai kemampuan sumber daya setempat.

Dari evaluasi program, koordinasi pembangunan hingga publikasi ilmiah, rekam jejak mikrohidro menjadi salah satu bidang yang memperlihatkan hubungan antara keahlian Asri dan kebutuhan pembangunan daerah.


Rekam Akademik yang Terus Berkembang

Aktivitas penelitian Asri tidak berhenti pada pengembangan pembangkit mikrohidro. Penelusuran terhadap pangkalan data Science and Technology Index (SINTA) dan publikasi ilmiah memperlihatkan bahwa ia tetap terlibat dalam kegiatan penelitian kolaboratif pada bidang teknik elektro dan pengembangan teknologi.

Pada 2025, Asri tercatat sebagai salah satu penulis penelitian mengenai sistem proteksi transformator daya berkapasitas 260 MVA di PLTU Pangkalan Susu.

Kajian tersebut membahas penggunaan rele diferensial untuk melindungi transformator dari gangguan internal. Penelitian dilakukan melalui analisis parameter kelistrikan serta simulasi untuk mengevaluasi kinerja sistem proteksi.

Bagi pembangkit dan jaringan tenaga listrik, sistem perlindungan merupakan aspek penting karena gangguan pada transformator berpotensi menghambat operasi dan menimbulkan kerusakan peralatan.

Pada tahun yang sama, Asri juga tercatat terlibat dalam publikasi mengenai pengembangan sistem peternakan ayam berbasis Internet of Things.

Keterlibatannya dalam penelitian lintas aplikasi teknologi menunjukkan bahwa kegiatan akademiknya tidak hanya berkaitan dengan pembangkitan energi, tetapi juga pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung aktivitas produktif. Rekam publikasi tersebut menjadi bagian dari kontribusi akademiknya bersama sejumlah peneliti dan dosen lainnya.

Dalam lingkungan perguruan tinggi, penelitian merupakan salah satu unsur penting yang menghubungkan kompetensi dosen dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Rekam penelitian Asri memberikan gambaran mengenai bidang keahlian yang ia kembangkan selama menjadi akademisi Universitas Malikussaleh.


Dari Kemahasiswaan hingga Pengembangan Kelembagaan

Perjalanan Asri tidak hanya berlangsung di ruang kuliah dan penelitian. Ia pernah dipercaya menjabat Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Teknik Universitas Malikussaleh.

Jabatan tersebut membawanya berhadapan dengan berbagai persoalan mahasiswa, mulai dari pembinaan kegiatan kemahasiswaan hingga koordinasi pelayanan pada tingkat fakultas. Pengalaman itu menjadi salah satu bagian dari perjalanan kelembagaannya sebelum memperoleh tanggung jawab yang lebih luas di tingkat universitas.

Pada 14 Juni 2019, Asri dilantik sebagai Kepala Bagian Akademik dan Kemahasiswaan pada Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan, dan Sistem Informasi Unimal.

Pelantikan dilakukan dalam rangkaian penataan pejabat struktural Universitas Malikussaleh ketika dipimpin Rektor Herman Fithra. Penugasan tersebut menempatkan Asri dalam pengelolaan administrasi akademik yang melayani kebutuhan universitas secara lebih luas.

Peralihan dari pengelolaan kemahasiswaan tingkat fakultas menuju administrasi universitas menjadi bagian penting dalam rekam kariernya.

Dunia administrasi perguruan tinggi memiliki kompleksitas berbeda dibandingkan kegiatan pengajaran. Selain memahami kebutuhan mahasiswa, pejabat pengelola dituntut menguasai prosedur, koordinasi antarsatuan kerja, dan mekanisme pelayanan akademik.

Di luar urusan administratif tersebut, Asri juga memiliki pengalaman dalam pengembangan kelembagaan pendidikan. Ia menjadi salah satu pelopor yang mendorong masuknya Akademi Keperawatan Pidie ke Universitas Malikussaleh. Akper Pidie tersebut kini berada di lingkungan Fakultas Kedokteran Unimal.

Pengalaman ini memperlihatkan sisi lain dari perjalanan Asri di kampus: tidak hanya menjalankan tugas dalam struktur organisasi, tetapi juga ikut mendorong pengembangan institusi pendidikan dan perluasan bidang keilmuan di lingkungan universitas.

Keberadaan pendidikan keperawatan dalam lingkungan Fakultas Kedokteran Unimal menjadi bagian dari perkembangan kelembagaan yang berhubungan dengan pendidikan tenaga kesehatan. Pengalaman mendorong proses tersebut menambah dimensi perjalanan Asri, yang selama ini lebih dikenal melalui bidang teknik elektro dan pengembangan energi.

Dengan demikian, rekam kelembagaannya mencakup bidang yang beragam, mulai dari pembinaan mahasiswa, administrasi akademik, pengembangan institusi pendidikan, hingga pendidikan profesi insinyur.


Merintis Pendidikan Profesi Insinyur di Unimal

Babak lain perjalanan Asri terlihat ketika ia terlibat dalam pengembangan Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) Universitas Malikussaleh.

Salah satu capaian dalam proses tersebut adalah keterlibatannya dalam upaya memperoleh izin pendirian program studi profesi insinyur di Unimal. Kehadiran program ini penting karena pendidikan profesi insinyur dirancang untuk mempertemukan kompetensi akademik dengan standar dan praktik keinsinyuran di dunia kerja.

Setelah program tersebut berjalan, Asri dipercaya menjadi koordinator program studi. Dalam peran itu, ia terlibat dalam penyelenggaraan pendidikan profesi yang menuntut keterhubungan antara teori akademik dengan praktik keinsinyuran di lapangan.

Pada 18 Maret 2025, Asri mendampingi jajaran pimpinan Unimal dalam pertemuan dengan manajemen PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) di Krueng Geukueh, Aceh Utara.

Pertemuan tersebut membahas penguatan kerja sama pendidikan profesi insinyur, termasuk penyediaan kesempatan praktik keinsinyuran dan keterlibatan praktisi industri.

Dalam kesempatan itu, Asri menjelaskan bahwa PSPPI Unimal mengembangkan jalur pendidikan reguler dan jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), dengan pelaksanaan masing-masing disesuaikan dengan kesiapan program dan pengalaman peserta.

Upaya membangun kerja sama tersebut memiliki arti penting bagi pengembangan pendidikan teknik.

Aceh Utara dan Lhokseumawe merupakan kawasan yang memiliki sejarah panjang sebagai pusat aktivitas industri energi dan manufaktur. Keberadaan PT Pupuk Iskandar Muda, fasilitas Arun, serta berbagai perusahaan sektor energi menyediakan lingkungan yang relevan bagi pengembangan pendidikan profesi.

Bagi perguruan tinggi, kedekatan dengan industri membuka peluang mempertemukan mahasiswa dengan persoalan teknis yang sesungguhnya.

Di sinilah kontribusi Asri sebagai pengelola pendidikan profesi mulai terlihat melalui kegiatan yang terdokumentasi. Perannya dalam proses perintisan program, pengurusan izin pendirian, hingga koordinasi penyelenggaraan pendidikan menjadi bagian dari perjalanan pengembangan PSPPI Unimal.

Pada November 2025, sebanyak 16 mahasiswa angkatan pertama PSPPI Unimal mengikuti praktik keinsinyuran di PT Pupuk Iskandar Muda. Peserta lainnya diarahkan menjalani kegiatan serupa di sejumlah perusahaan mitra sesuai bidang kompetensi. Kerja sama tersebut berlanjut pada 2026.

Pada 4 Juni 2026, sebanyak 13 mahasiswa angkatan kedua mengikuti kegiatan pengenalan dan persiapan magang di PT PIM. Enam peserta lainnya direncanakan menjalani praktik di PT Perta Arun Gas, sedangkan enam peserta berikutnya dijadwalkan mengikuti kegiatan serupa di PT PLN.

Secara keseluruhan, angkatan kedua PSPPI Unimal berjumlah 25 peserta. Mereka berasal dari beragam latar belakang, termasuk dosen Unimal, dosen Politeknik Negeri Lhokseumawe, praktisi industri, dan seorang peserta internasional asal Bangladesh.

Keberagaman peserta tersebut memperlihatkan jangkauan program pendidikan profesi yang tidak terbatas pada satu kelompok akademik.

Pengembangan kerja sama kampus dan industri juga membuka ruang bagi pertukaran pengetahuan. Mahasiswa memperoleh pengalaman praktik, sedangkan perusahaan dapat terlibat dalam pengembangan kompetensi calon tenaga profesional.

Asri berada dalam proses tersebut sebagai bagian dari pengelola yang mengoordinasikan penyelenggaraan pendidikan profesi.


Mengantar Lahirnya 30 Insinyur Angkatan Pertama

Salah satu tonggak perjalanan Asri sebagai pengelola PSPPI terjadi pada 28 September 2026. Universitas Malikussaleh mengukuhkan 30 lulusan Program Profesi Insinyur angkatan pertama dalam prosesi pengambilan sumpah profesi di Auditorium Fakultas Teknik, Kampus Bukit Indah, Lhokseumawe.

Dari jumlah tersebut, enam lulusan merupakan perempuan. Pengukuhan ini menandai keberhasilan penyelenggaraan angkatan pertama program pendidikan profesi insinyur Unimal.

Menurut keterangan Asri dalam publikasi resmi universitas, angkatan pertama sebelumnya diikuti sekitar 40 mahasiswa. Sebanyak 30 peserta dinyatakan lulus setelah menyelesaikan rangkaian pendidikan, tugas akademik, dan praktik keinsinyuran.

Asri memandang pengalaman industri sebagai bagian penting dari pendidikan profesi karena mahasiswa tidak cukup hanya memahami teori, tetapi juga harus berhadapan langsung dengan persoalan teknis di lapangan.

Pernyataan tersebut menggambarkan pendekatan pendidikan yang ingin dikembangkan melalui program profesi insinyur. Tentu, pengukuhan para lulusan merupakan hasil kerja bersama pimpinan universitas, fakultas, dosen, pembimbing, tenaga kependidikan, serta mitra industri.

Namun, tanggung jawab Asri sebagai koordinator program studi menempatkannya dalam proses pengelolaan yang ikut mengantarkan program tersebut menghasilkan lulusan pertamanya.

Pengalaman ini melengkapi rekam perjalanan seorang akademisi yang sebelumnya bergerak dalam penelitian, pembangunan energi mikrohidro, pembinaan mahasiswa, pelayanan administrasi universitas, dan pengembangan kelembagaan pendidikan.

Dari proses memperoleh izin pendirian program studi hingga mengelola pelaksanaan pendidikan, Asri memperoleh pengalaman bekerja dengan berbagai unsur, mulai dari pimpinan perguruan tinggi hingga praktisi perusahaan.


Membangun Jembatan Kampus dengan Industri

Pengalaman mengembangkan pendidikan profesi insinyur memperlihatkan salah satu cara Asri membangun hubungan antara perguruan tinggi dan kebutuhan dunia kerja.

Dalam konteks pendidikan teknik, kerja sama dengan perusahaan bukan sekadar kegiatan seremonial. Keterlibatan industri dapat membuka akses terhadap pengalaman praktik, memperkaya pemahaman mahasiswa mengenai standar profesional, dan membantu perguruan tinggi menyesuaikan kompetensi lulusan dengan kebutuhan lapangan.

Di Aceh, hubungan tersebut memiliki relevansi tersendiri. Kawasan industri Lhokseumawe dan Aceh Utara memiliki perusahaan di sektor energi, manufaktur, dan pengolahan yang dapat menjadi mitra pengembangan pendidikan keinsinyuran.

Pengalaman Asri dalam bidang ketenagalistrikan juga menjadi modal keilmuan yang berkaitan dengan lingkungan industri tersebut. Ia pernah meneliti persoalan pembangkit mikrohidro, terlibat dalam evaluasi pembangunan energi di berbagai daerah, dan mengikuti penelitian mengenai proteksi transformator pada pembangkit listrik.

Rangkaian pengalaman itu memberikan gambaran mengenai persinggungan antara pendidikan teknik, penelitian terapan, pembangunan infrastruktur, dan kebutuhan industri.

Meski demikian, keberhasilan menjembatani kampus dan industri pada tingkat program studi perlu diikuti dengan strategi kelembagaan yang lebih luas apabila pengalaman tersebut diterapkan dalam kepemimpinan universitas.

Perguruan tinggi tidak hanya bertanggung jawab menyiapkan tenaga profesional. Kampus juga perlu menjaga kebebasan akademik, meningkatkan mutu penelitian, memperkuat kolaborasi lintas disiplin, dan memastikan hasil penelitian memberi manfaat bagi masyarakat.


Dari Pengelola Pendidikan Profesi Menuju Bursa Rektor

Perjalanan tersebut kini membawa Asri memasuki babak baru. Pada 10 September 2026, ia menyerahkan berkas pendaftaran sebagai bakal calon Rektor Universitas Malikussaleh periode 2026–2030. Asri menjadi pendaftar terakhir sebelum panitia menutup masa penjaringan.

Satu bulan kemudian, namanya berhasil masuk dalam tiga besar calon rektor melalui penyaringan Senat Unimal.

Hasil penelusuran digital Dialeksis memperlihatkan setidaknya empat bidang pengalaman penting dalam perjalanan Asri.

Pertama, pengalaman akademik dan penelitian di bidang teknik elektro, khususnya energi dan sistem kelistrikan. Kedua, pengalaman langsung dalam evaluasi dan koordinasi pembangunan pembangkit listrik tenaga mikrohidro di sejumlah daerah. Ketiga, pengalaman dalam pengelolaan kemahasiswaan, administrasi universitas, serta pengembangan kelembagaan pendidikan. Keempat, pengalaman merintis dan mengelola pendidikan profesi melalui kolaborasi dengan industri.

Keempat bidang tersebut memberikan gambaran mengenai perjalanan profesional Asri dalam lingkungan Universitas Malikussaleh maupun dalam program pembangunan di luar kampus.

Meski demikian, kepemimpinan universitas menghadirkan tanggung jawab yang jauh lebih besar dibandingkan pengelolaan satu program studi maupun unit administrasi.

Seorang rektor dituntut menyatukan berbagai disiplin keilmuan, menjaga mutu akademik, meningkatkan kualitas penelitian, mengembangkan sumber daya manusia, serta memastikan pengelolaan universitas berlangsung secara transparan dan akuntabel.

Pengalaman pada dunia teknik dan industri juga perlu diterjemahkan ke dalam kebijakan yang memberi manfaat bagi seluruh fakultas, termasuk bidang sosial, hukum, ekonomi, pertanian, kedokteran, dan ilmu pendidikan.

Bagi Asri, pencalonan sebagai rektor membuka kesempatan untuk menjelaskan bagaimana pengalaman akademik, penelitian, pembangunan, dan pengelolaan kelembagaan yang telah diperolehnya dapat menjadi dasar pengembangan universitas.


Menatap Masa Depan Unimal

Universitas Malikussaleh menghadapi tantangan yang terus berkembang. Perubahan teknologi, kebutuhan peningkatan kualitas lulusan, persaingan penelitian, dan tuntutan kerja sama internasional memerlukan kemampuan pengelolaan yang semakin adaptif.

Pada saat yang sama, kampus juga mempunyai tanggung jawab sosial yang besar terhadap pembangunan Aceh. Keberadaan Unimal di kawasan Aceh Utara dan Lhokseumawe memberikan peluang mengembangkan penelitian yang berhubungan dengan kebutuhan masyarakat serta aktivitas industri di sekitarnya.

Penguatan energi terbarukan, inovasi teknologi, peningkatan keterampilan tenaga profesional, dan pengembangan riset terapan merupakan sebagian bidang yang dapat menjadi ruang kontribusi perguruan tinggi.

Rekam akademik dan pengalaman kelembagaan Asri memperlihatkan persinggungannya dengan sejumlah kebutuhan tersebut.

Dari evaluasi pembangunan mikrohidro di sejumlah daerah hingga penelitian kapasitas pembangkit di Aceh Utara, Asri memiliki pengalaman yang mempertemukan ilmu teknik dengan persoalan energi di lapangan. Pengalaman itu berjalan beriringan dengan kegiatan pengajaran dan penelitian di Universitas Malikussaleh.

Di sisi kelembagaan, perjalanan Asri mencakup pembinaan mahasiswa, pelayanan administrasi akademik, keterlibatan mendorong masuknya Akper Pidie ke Unimal, hingga perintisan dan pengelolaan Program Studi Program Profesi Insinyur.

Ia juga telah menuntaskan pendidikan doktoral di USK pada November 2024. Capaian tersebut melengkapi perjalanan pendidikannya setelah menyelesaikan pendidikan sarjana di Unimal dan magister di UGM.

Seluruh pengalaman itu kini menjadi bagian dari rekam jejak yang dapat dinilai dalam tahapan pemilihan Rektor Unimal.

Berdasarkan jadwal resmi panitia, pemeriksaan rekam jejak calon rektor berlangsung pada 19 Oktober hingga 19 November 2026. Pemilihan dijadwalkan pada 24 November 2026, sedangkan pelantikan rektor baru direncanakan berlangsung pada Desember sesuai keputusan kementerian.

Di tengah proses tersebut, perjalanan Asri menawarkan gambaran mengenai akademisi yang meniti karier melalui pendidikan, penelitian, pembangunan energi, pelayanan kelembagaan, dan pengembangan pendidikan profesi.

Dari laboratorium teknik dan lokasi pembangunan mikrohidro hingga ruang administrasi kampus serta lingkungan industri, jejak panjang itu kini membawanya menuju salah satu tahapan penting dalam pengabdian akademiknya: pencalonan sebagai Rektor Universitas Malikussaleh.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI