Senin, 02 November 2026
Beranda / Sosok Kita / Nasir Nurdin, Pengabdian yang Layak Dilanjutkan

Nasir Nurdin, Pengabdian yang Layak Dilanjutkan

Senin, 02 November 2026 12:00 WIB

Font: Ukuran: - +

Reporter : Ratnalia

DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Lebih dari 12 jam perjalanan laut ditempuh Nasir Nurdin untuk sampai ke Simeulue pada Oktober 2026. Dengan KMP Aceh Hebat 2 dari Calang, ia menyeberang untuk menemui rekan-rekan seprofesinya di wilayah kepulauan. Kunjungan itu berlangsung ketika Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh tersebut kembali maju untuk periode kedua.

Di Sinabang, pertemuan dengan pengurus dan anggota PWI menghadirkan harapan yang dekat dengan keseharian wartawan. Mereka menginginkan hubungan organisasi yang semakin kuat. Ada pula usulan menyediakan kamar singgah di Kantor PWI Aceh bagi anggota dari daerah yang sedang berurusan di Banda Aceh, agar biaya perjalanan mereka lebih ringan. 

Dari percakapan semacam itulah arti sebuah organisasi profesi dapat dipahami: tempat seseorang berharap didengar, mendapatkan bantuan, dan menemukan kebersamaan. Bagi seorang ketua, harapan-harapan sederhana itu justru membawa tanggung jawab yang besar.

Nasir datang ke tanggung jawab tersebut dengan pengalaman panjang. Lahir di Meulaboh pada 17 November 1960, ia memulai karier jurnalistik di Harian Serambi Indonesia pada 1993. Perjalanannya membentang dari wartawan lapangan hingga Wakil Redaktur Pelaksana, kemudian berlanjut sebagai Pemimpin Redaksi The Aceh Post. 

Pengabdiannya di PWI juga tumbuh melalui tahapan. Bergabung sebagai anggota pada 1996, ia pernah menjadi Wakil Ketua Bidang Pembelaan Wartawan pada 2010 - 2015 dan Sekretaris Dewan Kehormatan Provinsi pada 2015 - 2021. Pada November 2021, anggota mempercayainya memimpin PWI Aceh untuk masa bakti 2021 - 2026. 

Urutan pengalaman tersebut memperlihatkan kedekatannya dengan beberapa kebutuhan mendasar organisasi meliputi perlindungan profesi, penjagaan etika, dan hubungan antaranggota. Bekal inilah yang relevan untuk membaca kepemimpinannya selama hampir lima tahun.

Salah satu jejak kerjanya terlihat dalam keberlanjutan pendidikan dan pengujian kompetensi wartawan. Program Uji Kompetensi Wartawan (UKW), yang sudah diselenggarakan PWI Aceh sejak 2012, terus dijalankan pada masa kepengurusannya bersama para pengurus dan mitra pendukung. 

Pada UKW Angkatan XXI di Banda Aceh, 15 - 16 Juli 2026, sebanyak 35 peserta mengikuti pengujian jenjang Muda dan Madya. Seluruh peserta yang mengikuti rangkaian ujian dinyatakan kompeten oleh tim penguji. 

Capaian ini mempunyai arti yang langsung menyentuh pekerjaan jurnalistik. Di balik status kompeten, ada tuntutan untuk semakin cermat memeriksa informasi, adil memberi ruang kepada pihak yang diberitakan, serta bertanggung jawab kepada publik. Organisasi yang membuka kesempatan belajar ikut membantu anggotanya menjaga kepercayaan pembaca.

Dalam laporan pada pembukaan UKW tersebut, Nasir menyebut jumlah anggota PWI Aceh mencapai 484 orang, terdiri atas 330 Anggota Biasa dan 154 Anggota Muda. Data per Juli 2026 itu menggambarkan besarnya lingkup pelayanan organisasi yang dipimpinnya. 

Ratusan anggota berarti ratusan kebutuhan yang perlu diperhatikan. Ada wartawan muda yang membutuhkan bimbingan, pengurus daerah yang memerlukan koordinasi, serta anggota yang mencari dukungan ketika menghadapi persoalan profesi.

Pada urusan perlindungan wartawan, jejak sikap Nasir dapat ditelusuri sejak awal masa kepemimpinannya. Januari 2022, ia bersama sejumlah organisasi pers mendesak percepatan penanganan kasus pembakaran rumah wartawan Serambi Indonesia, Asnawi Luwi, di Aceh Tenggara. Desakan itu disampaikan bersama perwakilan AJI, IJTI, dan PFI. 

Sikap serupa kembali terlihat pada Agustus 2026. Bersama jajaran bidang advokasi dan PWI Pidie, Nasir mendesak kepolisian mengusut dugaan pengancaman terhadap wartawan Komparatif.id, Harmadi, setelah yang bersangkutan menjalankan kegiatan konfirmasi. 

Dua catatan tersebut memperlihatkan pentingnya kehadiran organisasi pada saat anggota menghadapi tekanan. Bagi wartawan, dukungan sejawat dapat menjadi sumber keberanian untuk terus bekerja. Bagi keluarganya, kesediaan organisasi ikut bersuara memberi arti bahwa persoalan itu mendapat perhatian bersama.

Perhatian terhadap kehidupan anggota juga menemukan bentuk kelembagaan melalui Koperasi Konsumen Tinta Emas Aceh. Nasir tercatat sebagai salah satu pendirinya. Koperasi yang memperoleh pengesahan badan hukum pada 2023 itu menyelenggarakan RAT perdana Tahun Buku 2025 pada 6 Agustus 2026, dengan keanggotaan sebanyak 40 orang.

Usaha koperasi saat itu memang belum berjalan optimal. Keterbatasan fasilitas dan kendala kepengurusan masih menjadi pekerjaan yang harus diselesaikan. Karena itu, pembentukannya patut dinilai sebagai langkah awal yang memerlukan tindak lanjut serius agar manfaat ekonominya benar-benar sampai kepada anggota. 

Di sinilah keberlanjutan kepemimpinan dapat diberi tujuan yang konkret terlihat nyata menguatkan kelembagaan yang sudah dirintis, memperbaiki pelaksanaannya, dan memastikan anggota merasakan hasilnya.

Catatan positif lainnya datang dari Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas). Pada Porwanas XIV di Kalimantan Selatan tahun 2024, kontingen Aceh mengumpulkan delapan medali terdiri dari satu emas, satu perak, dan enam perunggu, dengan menempati peringkat ke - 13. Perolehan itu meningkat dari Porwanas XIII di Malang tahun 2022, ketika Aceh meraih satu emas. 

Prestasi tersebut lahir dari kerja atlet, pelatih, pengurus SIWO, pengurus PWI, dan pihak pendukung. Dalam menilai kepemimpinan Nasir, keberhasilan bersama ini menunjukkan pentingnya organisasi yang mampu menyediakan ruang bagi kemampuan anggotanya untuk tumbuh dan tampil di tingkat nasional.

Menjelang berakhirnya periode pertama, keinginan melanjutkan kepemimpinannya memperoleh dukungan yang tercatat. Saat menyerahkan berkas pencalonan pada 17 Oktober 2026, timnya melaporkan 118 dukungan anggota. Dukungan untuk pencalonannya juga diberitakan datang dari AMSI Aceh, SPS Aceh, serta Forum Pimred Multimedia Indonesia Provinsi Aceh. 

Dukungan tersebut menjadi modal untuk membangun kerja bersama pada masa berikutnya. Kepercayaan yang diberikan membawa harapan agar pengalaman, hubungan kelembagaan, dan program yang telah berjalan dapat menghasilkan pelayanan organisasi yang semakin baik.

Nasir sendiri menyampaikan agenda lanjutan berupa penguatan kapasitas anggota, pengembangan basis data organisasi secara digital, dan penguatan Koperasi Tinta Emas. Ia juga mengutarakan rencana mengupayakan jaminan sosial melalui kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan. Agenda terakhir ini masih merupakan rencana yang perlu diwujudkan. 

Untuk periode kedua, arah itu layak dipertajam menjadi sasaran yang bisa dinilai anggota: kesempatan pendidikan yang menjangkau daerah, layanan advokasi yang mudah diakses, koperasi yang menjalankan usaha, dan perhatian yang lebih dekat kepada wartawan di wilayah kepulauan. Regenerasi juga perlu mendapatkan tempat agar pengalaman para senior dapat menjadi bekal bagi generasi berikutnya.

Dengan membaca rekam kerja tersebut, Nasir Nurdin layak dipertahankan sebagai Ketua PWI Aceh untuk periode 2026 - 2031. Keberlanjutan kepemimpinannya mempunyai dasar yang nyata dalam pendidikan profesi, pembelaan wartawan, perintisan wadah ekonomi, serta pengalaman mengelola kebersamaan organisasi.

Kepercayaan kedua tentu membawa tuntutan yang lebih tinggi. Capaian yang sudah ada perlu diperkuat, sedangkan pekerjaan yang belum selesai membutuhkan kesungguhan dan ukuran hasil yang jelas. Dukungan kepada Nasir akan semakin berarti jika disertai keterlibatan anggota untuk ikut mengawal dan membesarkan organisasi.

Pada akhirnya, wajah PWI Aceh akan terlihat pada pengalaman sehari-hari anggotanya: ketika wartawan muda memperoleh kesempatan belajar, ketika seorang jurnalis mendapatkan pendampingan, dan ketika rekan dari pulau yang jauh merasa kebutuhannya turut diperhatikan.

Harapan dari Sinabang itu layak dibawa ke lima tahun berikutnya. Nasir telah memiliki pengalaman untuk mendengarnya. Periode kedua dapat menjadi kesempatan untuk menjawabnya dengan kerja yang lebih dekat dan manfaat yang lebih luas. Pengabdian seperti itulah yang layak dilanjutkan.

Keyword:


Editor :
Redaksi

riset-JSI